Libur Sekolah Dongkrak Okupansi Hotel Malioboro, Penginapan Penuh

Sabtu 04-07-2026,18:48 WIB
Reporter : Dhani Irawan
Editor : Syamsul Falaq

YOGYAKARTA, diswayjogja,id – Musim libur sekolah membawa berkah bagi pelaku usaha perhotelan di kawasan Jalan Margoutomo dan Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta. Tingkat okupansi hotel meningkat signifikan hingga sekitar 60 persen, bahkan sejumlah hotel, homestay, dan losmen dilaporkan penuh oleh wisatawan yang datang dari berbagai daerah.

Salah seorang karyawan hotel di kawasan Jalan Margoutomo, Bagas, mengatakan tingkat hunian di tempatnya terus terisi penuh selama masa liburan sekolah.

"Selama libur sekolah ini hotel kami selalu penuh. Meskipun banyak yang bilang kondisi ekonomi sedang sulit, kenyataannya wisatawan yang datang ke Yogyakarta tetap ramai," ujar Bagas saat ditemui Disway Jogja.

Menurut Bagas, tingginya permintaan kamar tidak hanya terjadi di hotel tempatnya bekerja. Sejumlah homestay, losmen hingga hotel berbintang di kawasan pusat kota juga mengalami lonjakan pemesanan sehingga banyak yang sudah habis dipesan wisatawan.

BACA JUGA : Destinasi Wisata Dekat Malioboro Cocok Untuk Liburan Bersama Keluarga Tak Terlupakan

BACA JUGA :  Siagakan Malioboro Sambut Libur Sekolah, Wali Kota Hasto: Jangan Sampai Wisatawan Melihat Kesan Kumuh

Ramainya kunjungan wisatawan tersebut terlihat di berbagai destinasi wisata unggulan di Yogyakarta, mulai dari kawasan Malioboro, Keraton Yogyakarta, pantai-pantai di Gunungkidul, hingga kawasan Kaliurang. Arus kendaraan wisata dan aktivitas pejalan kaki di pusat kota juga mengalami peningkatan sejak dimulainya libur sekolah.

Kondisi tersebut sejalan dengan data pelaku industri pariwisata. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat tingkat okupansi hotel selama libur sekolah mencapai sekitar 75–80 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Wisatawan didominasi keluarga yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, serta sejumlah daerah di Sumatera. Rata-rata lama tinggal wisatawan berkisar dua hingga tiga hari.

Sementara itu, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman juga memproyeksikan jumlah kunjungan wisatawan selama periode libur sekolah 2026 mencapai 300.000 hingga 450.000 kunjungan. Tingginya mobilitas wisatawan diperkirakan mampu menggerakkan perputaran ekonomi sektor pariwisata hingga ratusan miliar rupiah melalui belanja akomodasi, kuliner, tiket wisata, dan oleh-oleh.

Pelaku usaha berharap tren positif ini terus berlanjut hingga akhir masa libur sekolah sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi pemulihan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat Yogyakarta.

Kategori :