Refleksi Hari Lahir Pancasila, Muhammadiyah Soroti Korupsi hingga Oligarki di Indonesia

Senin 01-06-2026,11:54 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

“Pertanyaannya, apakah telah hadir kebijakan yang signifikan dan sistematis untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut dari pusat hingga daerah? Pancasila harus dibumikan dalam realitas kehidupan bangsa,” tegasnya.

BACA JUGA : Hari Kesaktian Pancasila 2025 di Bantul, Bupati Ajak Generasi Muda Jadikan Pancasila Pedoman Hidup

BACA JUGA : Hari Kesaktian Pancasila di Sleman: ASN Diajak Pegang Teguh Ideologi dan Jaga Persatuan Bangsa

Haedar menilai implementasi Pancasila membutuhkan komitmen kuat dari para penyelenggara negara, elite politik, serta seluruh komponen masyarakat. Nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya diucapkan dalam pidato, tetapi harus tercermin dalam kebijakan publik dan perilaku sehari-hari.

Dia juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda, terutama generasi milenial, Generasi Z, dan Generasi Alfa yang dinilainya membutuhkan keteladanan nyata dari para pemimpin bangsa.

“Generasi muda menuntut bukti dan keteladanan. Mereka membutuhkan role model dari para pejabat, elite politik, dan tokoh bangsa yang benar-benar dapat digugu dan ditiru dalam membangun Indonesia yang maju, adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat,” imbuhnya.

Haedar menegaskan, apabila nilai-nilai dalam setiap sila Pancasila benar-benar diwujudkan dalam kehidupan pribadi, sosial, dan penyelenggaraan negara, maka Pancasila akan hadir secara nyata dalam kehidupan bangsa.

Sebaliknya, jika hanya menjadi slogan dan retorika, maka Pancasila akan kehilangan maknanya.

“Jangan sampai Pancasila hadir dalam kata-kata, tetapi absen dalam kenyataan. Kaya retorika namun miskin praktik. Jika nilai-nilai Pancasila tidak terwujud dalam kehidupan nyata, maka sejatinya Pancasila hilang dari bumi Indonesia,” pungkas Haedar.

Kategori :