Dari Lereng Merapi, Pasutri Sleman Ingin Cetak Ribuan Peternak Baru Lewat Pelatihan Gratis

Jumat 29-05-2026,07:18 WIB
Reporter : Dhani Irawan
Editor : Syamsul Falaq

SLEMAN, diswayjogja.id – Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan tingginya konsumsi daging di Indonesia, sepasang suami istri asal Kabupaten Sleman memilih mengambil peran berbeda. Melalui program pelatihan ternak domba gratis yang mereka jalankan sejak 2019, pasangan Vita dan Rozai berhasil meluluskan ribuan calon peternak dari berbagai daerah di Indonesia.

Berbasis di kawasan lereng Merapi, tepatnya di wilayah Pakem, program pelatihan yang digelar di Sinatria Farm itu tidak hanya memberikan pembelajaran teori, tetapi juga praktik langsung di kandang peternakan yang mereka kelola sehari-hari.

Selama hampir tujuh tahun berjalan, tercatat sekitar 3.700 peserta telah mengikuti pelatihan tersebut. Peserta datang dari berbagai latar belakang, mulai dari masyarakat umum, pemuda desa, hingga pekerja yang ingin beralih menekuni sektor peternakan.

Beragam materi diberikan dalam pelatihan itu, mulai dari cara memulai usaha peternakan, manajemen kandang, pengelolaan pakan, kesehatan ternak, hingga pengolahan pasca panen. Pendekatan praktik lapangan menjadi salah satu hal yang dinilai penting agar peserta memahami kondisi nyata dunia peternakan modern.

BACA JUGA : Sleman Perkuat Keamanan Pangan Lewat Pelatihan Penjamah Makanan

BACA JUGA : Pelatihan Tata Boga Sleman Siapkan Tenaga untuk Program MBG

Vita mengatakan, pelatihan gratis tersebut lahir dari keinginan untuk membuka peluang lahirnya peternak-peternak baru yang mampu mengelola usaha secara lebih profesional dan berkelanjutan.

Menurutnya, potensi sektor peternakan di Indonesia masih sangat besar. Selain jumlah populasi penduduk yang tinggi, kebutuhan konsumsi daging nasional juga terus meningkat, terutama saat momentum Hari Raya Idul Adha.

“Indonesia sebenarnya punya peluang besar di sektor peternakan. Kebutuhan pasar terus ada dan konsumsi daging juga tinggi. Karena itu perlu muncul peternak-peternak baru yang siap dengan sistem modern,” ujarnya.

Sementara itu, Rozai menilai perkembangan teknologi dan sistem peternakan modern dapat membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan usaha ternak. Mulai dari manajemen pakan, pengontrolan kesehatan hewan, hingga efisiensi produksi kini bisa dilakukan dengan lebih terukur.

BACA JUGA : Sleman Siapkan 17 Paket Pelatihan Kerja, Disnakertrans Dorong Wirausaha Inklusif

BACA JUGA : Mahasiswa Fakultas Peternakan UGM Borong Prestasi di Kompetisi Nasional Pakan Ternak Unhas

Ia berharap pelatihan yang dijalankan secara gratis tersebut mampu menjadi ruang belajar bagi masyarakat yang ingin serius menekuni dunia peternakan tanpa harus takut memulai dari nol.

Dari kandang sederhana di lereng Merapi, pasangan ini mencoba membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga mendorong lahirnya sumber daya peternak baru yang lebih siap menghadapi tantangan sektor pangan di masa depan.

Kategori :