Tak hanya itu, korban juga disabet menggunakan gesper yang mengenai lutut kaki kiri. Setelah melakukan penganiayaan, para pelaku langsung melarikan diri ke arah utara dan selatan Jalan Seyegan.
BACA JUGA : Kasus Pengeroyokan Bantul, Disdikpora Jogja Sebut Solidaritas Pelajar Bisa Picu Kekerasan
BACA JUGA : Pengeroyokan Pelajar Bantul hingga Tewas, JPW Desak RDPU ke Komisi III DPR RI
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka memar pada lutut kiri, kuku jari tengah tangan kanan terlepas, bibir bawah memar, dua gigi bagian atas patah, nyeri di bagian perut, serta memar pada punggung.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para remaja dan pengguna jalan pada malam hingga dini hari, agar lebih berhati-hati dan tidak mudah terprovokasi,” imbuh Argo.
Pihaknya juga meminta para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama pada jam rawan malam hingga pagi hari.
“Kami berharap masyarakat menghindari bepergian sendirian pada jam rawan apabila tidak ada kepentingan mendesak, serta memilih jalur yang ramai dan aman saat berkendara pada dini hari,” tandasnya.
Hingga kini, polisi masih memburu para pelaku pengeroyokan tersebut.