SLEMAN, diswayjogja.id Fluktuasi harga emas dunia yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir ini, membuat para pedagang emas eceran di Pasar Godean, Kabupaten Sleman, kelimpungan. Puluhan kios dan los perhiasan emas di pasar tradisional tersebut kini memilih tutup karena tidak berani mengambil risiko kerugian akibat harga yang berubah sangat cepat.
Sebenarnya, awalnya total ada 30 pedagang perhiasan emas yang beroperasi di kios dan los di pasar Godean. Pantauan diswayjogja pada Kamis, (21/5/2026), dari total 25 kios perhiasan emas yang ada di Pasar Godean, hanya tiga kios yang masih buka. Sementara dari lima los perhiasan emas, hanya dua los yang tampak beroperasi. Salah seorang pedagang emas, Wawan Setiawan, mengatakan kondisi pasar emas saat ini sangat tidak menentu. Harga emas bisa naik maupun turun drastis hanya dalam hitungan hari sehingga pedagang kecil kesulitan memprediksi pasar. Pedagang merasakan ketidakpastian sehingga memilih untuk tidak mengambil resiko. “Harga emas sangat tidak menentu. Hari ini kita beli di harga Rp2,5 juta per gram, besok tiba-tiba sudah turun di angka Rp2,4 juta per gram. Kita tidak bisa memprediksi,” ujarnya. BACA JUGA : Pedagang Kios Sudirman Mengadu ke DPRD, Tolak Relokasi ke Pasar Terban BACA JUGA : Pedagang Mulai Cek Kios, Pasar Terban Yogyakarta Segera Beroperasi Menurut Wawan, perubahan harga yang terlalu cepat membuat pedagang kecil tidak berani menyimpan stok emas dalam jumlah besar. Selisih harga yang mencapai Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per gram bahkan bisa lebih dalam waktu singkat, dapat langsung memangkas keuntungan bahkan menyebabkan kerugian. Selain persoalan fluktuasi harga emas dunia, pedagang juga menghadapi masalah perbedaan standar harga antara emas dunia dan emas lokal. Ia menilai emas lokal masih dipandang memiliki risiko karena adanya dugaan percampuran dengan emas hasil tambang ilegal. “Kita juga dirugikan karena ada persepsi tidak terjaminnya emas yang kita perjualbelikan berasal dari tambang ilegal sehingga patokan kita harga emas lokal yang nilainya lebih rendah dibanding emas dunia,” jelasnya. Persoalan pedagang emas di Pasar Godean juga diperparah dengan sistem zonasi kios yang dinilai kurang menguntungkan. Jarak antar pedagang yang terlalu dekat membuat transaksi mudah dipantau kompetitor sehingga ruang mengambil keuntungan menjadi semakin sempit. “Jarak satu pedagang dengan lainnya sangat dekat. Bahkan yang pakai los hampir tidak ada jarak, jadi setiap transaksi sangat mudah diketahui kompetitor,” terangnya. BACA JUGA : Zonasi Pasar Godean Rampung, 250 Pedagang Sudah Sepakat Titik Dagang BACA JUGA : 109 Pedagang Bongkar Kios di Pantai Sepanjang, Penataan Kawasan Segera Dimulai Meski demikian, Wawan mengaku masih berusaha bertahan dengan menyesuaikan pola usaha. Jika sebelumnya pekerjaan servis dan sepuh emas dibantu seorang tenaga kerja, kini seluruh pekerjaan dikerjakan sendiri bersama istrinya untuk menekan biaya operasional. Ia juga mulai mengurangi penjualan perhiasan emas dan beralih menawarkan produk perhiasan perak yang dinilai lebih stabil serta tidak membutuhkan modal besar. “Sekarang untuk perhiasan emas saya hanya mengerjakan sesuai pesanan, sudah tidak membuat stok untuk dijual,” katanya. Kondisi lesunya perdagangan emas di Pasar Godean menjadi gambaran nyata dampak gejolak harga emas dunia terhadap usaha kecil di daerah. Pedagang berharap harga emas segera stabil agar aktivitas jual beli kembali bergairah dan kios-kios yang kini tutup dapat kembali beroperasi. BACA JUGA : Hasto Ingin Pasar Terban Jadi Modern dan Berintegritas, Tekankan Kejujuran Pedagang dan Digitalisasi BACA JUGA : Harga Plastik Naik Hingga 200 Persen, Pedagang di Pasar Beringharjo Gencar Edukasi Pembeli Bawa Tas SendiriHarga Emas Dunia Bergejolak, Pedagang Emas Pasar Godean Kelimpungan
Kamis 21-05-2026,13:40 WIB
Reporter : Dhani Irawan
Editor : Syamsul Falaq
Tags : #standar harga berbeda
#sistem zonasi pedagangmerugikan
#kios dan los banyak tutup
#harga tidak menentu
#harga emas dunia
Kategori :
Terkait
Kamis 21-05-2026,13:40 WIB
Harga Emas Dunia Bergejolak, Pedagang Emas Pasar Godean Kelimpungan
Terpopuler
Rabu 26-08-2026,18:43 WIB
Sidang Daycare Little Aresha: Kesaksian Emosional Orang Tua Korban Soal Dugaan Penganiayaan Anak
Rabu 26-08-2026,13:49 WIB
Pesona Eksotis Kawah Sikidang Banjarnegara, Destinasi Wisata Vulkanik Populer
Rabu 26-08-2026,09:25 WIB
Merapi Luncurkan 5 Guguran Lava Sejauh 1,4 Kilometer, Warga Diminta Jauhi Zona Bahaya
Rabu 26-08-2026,10:37 WIB
Deretan Kedai Kopi Populer Dekat Kampung Batik Kauman Paling Estetik Solo Ramah di Kantong
Terkini
Kamis 27-08-2026,08:04 WIB
Tumpahan Oli dan Pasir Dibersihkan Dini Hari, Warga Khawatir Picu Kecelakaan Fatal di Simpang Empat Depok
Kamis 27-08-2026,08:03 WIB
Usai Praperadilan Eks Lurah Condongcatur Reno Candra Dikabulkan, Kejati DIY Tunggu Salinan Putusan
Rabu 26-08-2026,19:11 WIB
Anggaran Turun 30-40 Persen, DIY Gabungkan Perayaan Warisan Budaya UNESCO di Malioboro
Rabu 26-08-2026,18:43 WIB