Dewasakan Umat Sikapi Perbedaan, IKADI Sewon dan KUA Sewon Gelar Pelatihan Hisab Rukyat

Selasa 19-05-2026,19:37 WIB
Reporter : Dhani Irawan
Editor : Syamsul Falaq

BANTUL. diswayjogja.id - Sebanyak 83 peserta mengikuti Pelatihan Hisab, Rukyat, dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) di Aula Balai Nikah KUA Kapanewon Sewon. Kegiatan ini diselenggarakan oleh IKADI Cabang Sewon bekerja sama dengan KUA Sewon pada Minggu (17/5/2026)

Peserta berasal dari unsur tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan Islam, takmir masjid, hingga remaja masjid di wilayah Sewon. Selain mendapatkan materi teori, peserta juga mengikuti praktik langsung rukyat di Pesantren Bela Belu Parangtritis.

Kepala KUA Sewon, H. Mustafid Amna, S.Ag., M.H., menyampaikan bahwa pelatihan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai metode penetapan tanggal dalam kalender Hijriah melalui berbagai pendekatan, seperti hisab dan rukyat. Peserta diharapkan mendapatkan pemahaman yang utuh terkait berbagai metode penetapan tanggal, perbedaan yang seringkali muncul bisa dilihat dari cara pengambilan putusan. Masing masing punya dasar yang bisa diperranggungjawabkan.  Sehingga ke depan para peserta bisa menjadi duta yang mampu menjelaskan kepada maayarakat luar terkait dengan perbedaan yang ada,

“Pemahaman ini penting agar masyarakat mengetahui proses penentuan awal bulan Hijriah yang selama ini digunakan, bahwa masing masing pendapat ada landasan teorinya” ujarnya.

BACA JUGA : Brebes Tuan Rumah Sertifikasi Kompetensi 44 Juleha 9 Daerah, Wujudkan Satu Desa Satu JULEHA

BACA JUGA : 5 Pelaku Pengeroyokan di Pundong Bantul Ditangkap, Korban Dipukul Batu dan Dirampok

Hal senada disampaikan narasumber Drs. H. Muntoha saat memaparkan materi tentang Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Menurutnya, peserta perlu memahami berbagai metode penetapan kalender Hijriah beserta dasar dan perhitungannya. Harapannya peserta lebih bijaksana dengan ilmu yang dimiliki setelah mengikuti pelatihan ini.

“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memahami bahwa penetapan tanggal Hijriah yang semuanya memiliki dasar keilmuan dan digunakan dalam penentuan kalender Islam,” ujarnya

Setelah mendapatkan teori peserta selanjutnya melakukan praktik rukyat di Pesantren Bela Belu, Parangtritis, Bantul.  Peserta diajak melihat langsung proses pengamatan hilal menggunakan peralatan observasi. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menambah wawasan peserta dalam memahami ilmu falak serta mendukung pelayanan keagamaan di masyarakat.

Kategori :