BACA JUGA : PSS Sleman Ditahan Imbang Tornado Kendal di Stadion Sriwedari
Di saat bersamaan, dari arah yang sama di belakang truk, melaju sepeda motor Honda Kharisma yang dikendarai korban.
Karena jarak yang terlalu dekat, korban tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar.
“Pengendara sepeda motor tidak dapat menguasai laju kendaraan karena jarak sudah terlalu dekat, sehingga menabrak bagian belakang truk,” ujarnya.
Benturan keras tak terhindarkan. Sepeda motor korban menghantam bagian belakang truk, menyebabkan kerusakan parah pada bagian depan kendaraan.
Sementara itu, truk hanya mengalami kerusakan berupa penyok di bagian box belakang.
Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami sejumlah luka berat, di antaranya patah tulang kaki kanan, luka sobek pada paha kanan, cedera kepala berat, serta patah tulang leher.
BACA JUGA : PSS Sleman Tanpa Injaï, Ansyari Lubis Tetap Optimistis Hadapi Kendal Tornado
BACA JUGA : Siaga Lebaran 2026, Dinkes Sleman Perkuat Pos Terpadu dan Layanan Kesehatan 24 Jam
Korban sempat mendapatkan penanganan medis di RS Queen Latifa, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, pengemudi truk dilaporkan selamat tanpa mengalami luka.
Dua orang saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian, yakni M.D.A. (20), mahasiswa asal Depok, Jawa Barat, dan J.A. (20), mahasiswa asal Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan, telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian untuk memperjelas kronologi kejadian.
Dari hasil pemeriksaan sementara, kerugian materiil akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai Rp2 juta.
Meski demikian, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman guna memastikan seluruh faktor penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya kelalaian dari masing-masing pengendara.
Kecelakaan yang terjadi pada dini hari ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan di jalan, terutama pada jam-jam rawan ketika kondisi lalu lintas relatif sepi namun berisiko tinggi.
BACA JUGA : RS di Sleman Siaga 24 Jam Perkuat Layanan Darurat dan Kesehatan Ibu-Anak