“Aksara Jawa dan berbagai ekspresi budaya lainnya perlu dikenalkan dengan cara yang menarik agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman,” terangnya.
BACA JUGA : Kasus Bocah SD di NTT Jadi Sorotan, Dindikpora Yogyakarta Siapkan Bantuan Pendidikan Rp14,9 Miliar
BACA JUGA : AI Masuk Sekolah, Mendikbud Abdul Mu’ti Tegaskan Manusia Tetap Jadi “Raja” Pendidikan
Kehadiran “Setu Sinau” turut menghidupkan Malioboro sebagai ruang edukasi, tidak sekadar destinasi wisata. Sejumlah pengunjung yang awalnya hanya berolahraga atau berjalan santai pun tampak berhenti untuk menyaksikan bahkan ikut belajar.
Program ini diharapkan mampu menumbuhkan ketertarikan masyarakat untuk mengenal dan melestarikan budaya Jawa, sekaligus memperkaya pengalaman wisata budaya di Yogyakarta.