Jejak Rasa Oleh-Oleh Kuliner Khas Banyuwangi Paling Wajib Dibawa Pulang

Jumat 27-03-2026,13:16 WIB
Reporter : Tri Diah Aprilia
Editor : Syamsul Falaq

Banyuwangi juga memiliki Bolu Kuwuk atau yang lebih akrab disapa Klemben oleh masyarakat setempat. Kue kering tradisional khas suku Osing ini memiliki bentuk yang sangat menggemaskan, menyerupai tempurung kura-kura kecil. Keunikan utama dari Bolu Kuwuk terletak pada proses pembuatannya yang masih sangat konvensional, yakni menggunakan oven tanah liat yang dipanaskan dengan kayu bakar. Metode ini memberikan aroma smoky yang khas dan tekstur renyah di luar namun tetap empuk di bagian tengah.

Rasa manis gurih yang berasal dari penggunaan gula aren asli memberikan sensasi yang menenangkan di lidah. Bolu Kuwuk sering kali dianggap sebagai kudapan "nostalgia" yang membawa kembali kenangan masa lalu. Cara terbaik untuk menikmati Bolu Kuwuk adalah dengan mencelupkannya sedikit ke dalam secangkir kopi panas atau teh tawar di sore hari. Kehadirannya dalam setiap toples camilan seolah menjadi simbol kehangatan rumah tangga masyarakat Banyuwangi.

Kue Bungkuk

Bagi pecinta tekstur yang kenyal dan rasa yang cenderung legit, Kue Bungkuk adalah pilihan yang sangat direkomendasikan. Jajanan ini merupakan perpaduan harmonis antara pisang matang, tepung kanji, dan parutan kelapa muda. Adonan tersebut kemudian dibungkus menggunakan daun pisang segar dan dikukus hingga matang sempurna. Proses pengukusan ini tidak hanya mematangkan bahan, tetapi juga mentransfer aroma wangi daun pisang ke dalam kue, menciptakan sensasi aromatik yang menggugah selera.

Karena teksturnya yang sangat lembut, Kue Bungkuk sangat ramah untuk dikonsumsi oleh anak-anak maupun orang tua. Meskipun termasuk dalam kategori jajanan pasar, popularitasnya tidak pernah redup meski banyak gempuran makanan kekinian. Anda masih bisa menemukan pedagang Kue Bungkuk di pasar-pasar tradisional Banyuwangi saat pagi hari, menyajikannya sebagai camilan sarapan yang sehat dan mengenyangkan.

BACA JUGA : Daftar Rekomendasi Kuliner Otentik di Tegal Dari Hidangan Rumahan hingga Olahan Kambing Premium

BACA JUGA : Destinasi Kuliner dan Kopi Paling Hits di Shanghai Paling Estetik dan Ikonik

Tape Buntut

Tak kalah menarik, Banyuwangi juga memiliki olahan fermentasi yang dikenal dengan nama Tape Buntut. Terbuat dari bahan dasar ketan hijau berkualitas, tape ini dibungkus sedemikian rupa dengan daun sehingga menyisakan bagian ujung yang panjang menyerupai ekor, itulah mengapa dinamakan Tape Buntut. Rasa asam manis yang menyegarkan dari hasil fermentasi ini memberikan efek cleanse pada langit-langit mulut.

Penyajian Tape Buntut biasanya disandingkan dengan tetel atau jadah (ketan putih yang ditumbuk halus) untuk menyeimbangkan rasa asamnya dengan rasa gurih ketan yang pekat. Kombinasi ini sering kali muncul dalam acara-acara adat atau hajatan masyarakat Banyuwangi. Membawa pulang Tape Buntut sebagai oleh-oleh akan memberikan pengalaman kuliner yang sangat autentik dan berbeda bagi mereka yang belum pernah mencicipinya.

Keberagaman oleh-oleh khas Banyuwangi merupakan cerminan dari kekayaan budaya dan melimpahnya sumber daya alam di wilayah tersebut. Dari tekstur renyah Sale Pisang hingga keunikan bentuk Bolu Kuwuk, setiap produk membawa cerita tentang kerja keras para perajin lokal yang berupaya menjaga identitas daerahnya. Memilih kuliner tradisional sebagai buah tangan bukan hanya sekadar urusan perut, tetapi juga merupakan bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan ekonomi kreatif di tingkat lokal.

Kategori :