Fasilitas tersebut diproyeksikan beroperasi 24 jam mulai H-7 hingga H+7 Lebaran agar pengemudi dapat beristirahat dengan nyaman.
BACA JUGA : Arus Mudik Lebaran 2026 di DIY Diperkirakan Membludak 8,2 Juta Orang, Ini Strategi Pengamanannya
BACA JUGA : Lebaran 2026, ASN DIY Dilarang Pakai Mobil Dinas untuk Kepentingan Pribadi
Dwi Ardianta juga mengingatkan pemudik, khususnya pengemudi kendaraan pribadi dan operator bus, agar memastikan kesiapan teknis kendaraan sebelum memulai perjalanan jauh.
Menurutnya, pemeriksaan komponen vital seperti ban, sistem pengereman, oli mesin, cairan radiator, hingga minyak rem harus dilakukan secara menyeluruh.
“Mengabaikan kesiapan teknis kendaraan sama halnya dengan membuka peluang besar terjadinya kecelakaan fatal di jalan raya,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan risiko microsleep akibat kelelahan saat berkendara jarak jauh. Untuk mengurangi risiko tersebut, pengemudi disarankan beristirahat minimal 15–30 menit setelah mengemudi maksimal empat jam.
BACA JUGA : Arus Mudik Lebaran 2026, Tol Purwomartani–Prambanan Dibuka Gratis dari Jogja
BACA JUGA : Waspada Jalur Rawan Longsor Saat Mudik, Tol Prambanan - Purwomartani Dibuka 16 - 29 Maret
“Manfaatkan rest area tol atau masjid yang telah disiapkan pemerintah untuk sekadar meregangkan otot dan memulihkan fokus sebelum melanjutkan perjalanan,” sarannya.
Selain faktor keselamatan, pemudik juga disarankan memanfaatkan teknologi informasi lalu lintas yang kini semakin akurat.
Aplikasi navigasi digital dapat digunakan untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time dan menyesuaikan perjalanan dengan rekayasa lalu lintas seperti one way, contraflow, maupun pembatasan operasional kendaraan barang.
“Perjalanan di luar jam puncak arus mudik akan terasa jauh lebih lengang dan bebas stres,” imbuhnya.
Dia menambahkan, pemudik juga perlu memperhatikan kenyamanan di dalam kendaraan, terutama jika bepergian bersama anak-anak atau lansia.
BACA JUGA : Stok Bahan Pokok di Kota Yogyakarta Surplus Jelang Idulfitri, Beras hingga Telur Dipastikan Aman
BACA JUGA : Muhammadiyah Gunakan KHGT, 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026