BACA JUGA : Ayah Perdana Arie Sebut Vonis 5 Bulan 3 Hari Win-Win Solution, Dorong Kampus Punya Manajemen Krisis
Ia menjelaskan, setelah mendengar penjelasan dari mahasiswa yang bersangkutan, kampus menyerahkan proses lanjutan sesuai prosedur yang berlaku.
Mahasiswa tersebut mengaku ikut hadir dalam aksi, tetapi tidak terlibat tindakan anarkis.
“Setelah kami dengar penjelasannya, lalu kami serahkan sesuai prosedur. Dia mengaku ikut demo, tapi katanya hanya menonton dan tidak sempat melakukan apa-apa. Belum ada informasi soal itu,” tuturnya.
Terkait kondisi fisik mahasiswa tersebut, ia menyebut yang bersangkutan sempat mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
Luka itu dijahit di rumah sakit, namun ia tidak mengetahui secara detail penyebabnya.
“Lukanya dijahit, tetapi katanya bukan karena dipukul polisi. Saya tidak tahu detailnya. Yang jelas kami membawanya ke rumah sakit dan sekarang sudah sehat,” ujarnya.
BACA JUGA : Mayat Dalam Koper Gemparkan Warga Sukareja Banjarharjo, Pelaku Dibekuk Saat Bersembunyi di Majalengka
Mahasiswa tersebut kini telah kembali ke tempat kosnya dalam kondisi stabil.
Pihak kampus juga memberikan penjelasan kepada keluarga mengenai situasi yang terjadi.
Ia menambahkan, dalam komunikasi dengan pihak kepolisian, Kapolda DIY menyampaikan komitmen untuk mengedepankan pendekatan persuasif dalam menangani aksi demonstrasi.
“Kapolda juga menyampaikan, sekarang dalam menangani demo jangan menggunakan gas air mata dan jangan melakukan kekerasan. Harus lebih persuasif,” jelasnya.
Peristiwa ini kembali menyoroti dinamika partisipasi mahasiswa dalam aksi demonstrasi.
UNY menegaskan bahwa pendampingan dan pembinaan akan tetap dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab institusi pendidikan terhadap mahasiswanya.