Satukan 5 Event Ultra, Indonesia Trail Run Series Bidik Wisata Olahraga Dunia

Rabu 25-02-2026,11:15 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Ribuan pelari yang menembus jalur pesisir hingga perbukitan dalam ajang Coast to Coast Ultra - Yogyakarta pada 14–15 Februari 2026, langkah strategis bagi dunia olahraga alam Indonesia resmi dimulai.

Lima race owner trail run Indonesia sepakat membentuk Indonesia Trail Run Series, kolaborasi nasional untuk memperkuat ekosistem trail run sekaligus mendorong Indonesia sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.

Lima event penggagas tersebut yakni Coast to Coast Ultra -  Yogyakarta, Bali Trail Run Ultra, Dieng Caldera Race, MANTRA116, dan Siksorogo Lawu Ultra. Lima panggung alam berbeda itu selama ini tumbuh bersama komunitas dan kini bersatu dalam satu payung kolaborasi nasional.

Perwakilan Coast to Coast Ultra, Ikhsan Sitaryadi, menuturkan Indonesia Trail Run Series lahir dari diskusi panjang antarpenyelenggara berbasis komunitas yang melihat potensi besar trail run Indonesia jika dikelola dalam sistem terintegrasi.

BACA JUGA : Jogja Kota Batik Dunia, 1.500 Pelari Meriahkan Batik City Run 2025 di Benteng Vredeburg

BACA JUGA : Okupansi Hotel Jogja Turun Awal Ramadan, PHRI DIY Incar Wisatawan Malaysia-Singapura

“Kolaborasi ini bukan sekadar simbolik. Kami ingin membangun sistem yang berkelanjutan, yang memberikan arah jelas bagi atlet dan standar bersama bagi penyelenggara,” ujar Ikhsan dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).

Dalam kerangka Indonesia Trail Run Series, satu kategori dari masing-masing event akan dilabeli sebagai bagian dari series. Sistem poin diterapkan agar performa pelari dapat terukur secara objektif dan berjenjang sepanjang musim kompetisi.

Perwakilan Bali Trail Run Ultra, Agus Yudha, menyebut format series akan menciptakan dinamika kompetisi baru.

“Dengan format series, pelari tidak lagi hanya berkompetisi dalam satu lomba, tetapi dalam satu musim. Ini menciptakan dinamika baru, lebih kompetitif, lebih strategis, dan lebih profesional,” katanya.

Dia juga menekankan pentingnya narasi destinasi dalam membangun daya tarik internasional.

BACA JUGA : Jadi Magnet Wisata, Barongsai dan Liong Meriahkan Imlek 2577 di Stasiun Yogyakarta

BACA JUGA : Menilik Pesona Masjid Jogokariyan, Berikut ini Akomodasi bagi Wisatawan Religi di Jogja

“Indonesia memiliki gunung, hutan, dan lanskap yang unik. Jika dikelola bersama dalam satu series, kita bukan hanya menjual lomba, tetapi menjual pengalaman dan cerita destinasi,” jelasnya.

Series ini dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun di antaranya Februari di Yogyakarta, Mei di Bali, Juni di Wonosobo, Juli di Pasuruan, dan Desember di Tawangmangu. Kalender tersebut dinilai menciptakan siklus sport tourism nasional yang berkesinambungan sekaligus sehat bagi kompetisi atlet trail run Indonesia.

Kategori :