BACA JUGA : PSS Sleman Tumbangkan Persipura 2-0 di Maguwoharjo, Super Elang Jawa Kokoh di Puncak
Ia juga menegaskan agar pelaksanaan operasi pasar maupun pasar murah benar-benar tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
“Saya minta operasi pasar atau pasar murah benar-benar tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Pastikan ketersediaan stok pangan baik di pasar tradisional maupun ritel modern,” tuturnya.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Sleman, Heri Setyawati, mengungkapkan tingkat inflasi tahunan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Februari 2026 tercatat sebesar 3,30 persen.
Sementara itu, khusus Kabupaten Sleman, Indeks Perubahan Harga (IPH) pada minggu ketiga Februari mencapai 3,39 persen.
“Khusus untuk Kabupaten Sleman, Indeks Perubahan Harga pada minggu ketiga Februari tercatat sebesar 3,39 persen,” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan tersebut dipengaruhi fluktuasi harga sejumlah komoditas pangan strategis.
BACA JUGA : Rumah Penjual Kembang Api di Caturtunggal Sleman Ludes Terbakar, Sempat Terdengar Ledakan Beruntun
BACA JUGA : Perang Sarung di Minggir Sleman Digagalkan, 6 Remaja Diamankan Polisi
Cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam menjadi penyumbang utama seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari raya.
Lonjakan permintaan musiman ini, lanjut Heri, merupakan pola yang kerap terjadi setiap menjelang Lebaran.
Namun, tanpa pengendalian yang terukur, kondisi tersebut berpotensi menekan daya beli masyarakat.
“Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas pangan strategis seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam seiring meningkatnya permintaan pasar,” jelasnya.
Karena itu, HLM TPID difokuskan untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga hingga Idul Fitri.
Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi antarperangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah cepat apabila terjadi gejolak harga di pasar.
BACA JUGA : PSS Sleman Hadapi Persipura Jayapura, Ansyari: Sudah Seperti Partai Final