Ramadan 2026 Beda Sehari, Ternyata Sudah Terjadi Sejak Masa Nabi

Kamis 19-02-2026,16:56 WIB
Reporter : Anam AK
Editor : Syamsul Falaq

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 melalui Sidang Isbat.

BACA JUGA : Kampung Ramadan Jogokariyan 2026 Siapkan 370 Lapak UMKM, Band Letto hingga Mahfud MD Dijadwalkan Hadir

BACA JUGA : KRJ ke-22 Sediakan 3.800 Porsi Buka Puasa Gratis Setiap Hari, Libatkan 500 Relawan dan 400 Pedagang

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan keputusan tersebut dalam konferensi pers di Jakarta.

“Hasil Sidang Isbat menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada hari Kamis,” ujarnya.

Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya, menjelaskan bahwa posisi hilal di wilayah Indonesia saat rukyat berada pada kisaran minus 2 derajat 24 menit hingga minus 0 derajat 55 menit, dengan elongasi antara 0 derajat 56 menit hingga 1 derajat 53 menit.

Sementara kriteria MABIMS menetapkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat agar memenuhi syarat imkanur rukyat.

Di sisi lain, PP Muhammadiyah melalui Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid.

Perbedaan tersebut kembali menegaskan bahwa variasi metode dalam penetapan awal bulan Hijriah merupakan bagian dari dinamika ijtihad dalam Islam.

Kategori :