BREBES, diswayjogja.id - Pemerintah Kabupaten Brebes, menyatakan siap menjamin kesehatan seluruh pengungsi yang terdampak bencana tanah bergerak di Desa Sridadi Kecamatan Sirampog.
Komitmen tersebut, terungkap saat Bupati Paramitha Widya Kusuma didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng dan Kepala Dinkesda Brebes dr Heru Padmonobo saat meninjau layanan kesehatan Spesialis Keliling, Rabu (18/2).
Dalam tinjauan lapangan tersebut, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma memastikan percepatan penanganan bagi warga yang harus mengungsi.
Bahkan, sebanyak 175 keluarga atau 532 jiwa saat ini masih berada di pengungsian yang dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al Munawir.
BACA JUGA : Dinkesda Brebes Dampingi Tim Kemenkes Blusukan Tangani Pasien Kusta Wilayah Cikeusal Kidul dan Kersana
BACA JUGA : Terima Mandat Pimpin Dinkesda Brebes, dr Heru Padmonobo Fokus Kolaborasi Layanan 38 Puskesmas dan Fasyankes
"Pergerakan tanah yang masih aktif, membuat warga diminta tetap dan selalu waspada berada di lokasi aman hingga situasi benar-benar kondusif," ungkap Paramitha di sela-sela kunjungannya mendampingi Kepala Dinkes Provinsi Jateng Yunita Dyah Suminar.
Selain upaya penanganan infrastruktur dan relokasi, lanjut Bupati, perhatian besar juga diberikan pada kondisi kesehatan para pengungsi.
Dinkesda Kabupaten Brebes, hadir secara langsung dengan membuka pos pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.
Tim medis memberikan pemeriksaan kesehatan umum, pelayanan ibu hamil, balita, lansia, serta pemantauan penyakit menular yang berisiko muncul dalam situasi darurat.
BACA JUGA : Sepanjang Tahun 2025, Dinkesda Brebes Catat 2.257 Kasus Demam Berdarah 11 Pasien Meninggal
BACA JUGA : Januari Hingga Oktober 2025, Dinkesda Brebes Temukan 126 Kasus Baru HIV/ AIDS
Sementara itu, Kepala Dinkesda Brebes dr Heru Padmonobo menyampaikan, Pihaknya menegaskan kesehatan warga menjadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat ini.
Bahkan, sinergitas dengan Dinkes Provinsi Jateng menjadi komitmen dalam memastikan seluruh warga terdampak tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal.
"Tidak hanya pemeriksaan umum, tetapi juga layanan khusus bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan lansia. Kami hadir untuk memastikan mereka tetap sehat dan terlayani," jelasnya.