BACA JUGA : Soroti Program MBG dan P3K SPPG, DPRD DIY Ingatkan Guru Juga Harus Sejahtera
Penyesuaian tersebut dinilai penting agar implementasi program berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Sebagai mitra, kami berharap keberadaan SPPG dapat menyesuaikan dengan karakteristik wilayah, sehingga program dapat berjalan optimal sesuai kebutuhan masyarakat setempat,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, GAPEMBI turut mengajak seluruh mitra SPPG di Yogyakarta untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar dapur.
Menurutnya, lingkungan yang bersih dan sehat menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran operasional dapur MBG.
“Lingkungan yang nyaman dan bersih akan sangat berpengaruh terhadap proses produksi hingga distribusi makanan. Jika itu terjaga, maka kualitas layanan juga akan semakin baik,” sebutnya.
Untuk kegiatan rapat koordinasi ini, tercatat sekitar 50 peserta hadir.
BACA JUGA : DPRD Bantul Tegaskan Standar Keamanan MBG Ramadan
BACA JUGA : Distribusi MBG Bantul Fokus Jaga Gizi Siswa Saat Puasa
Sementara itu, di Kabupaten Sleman sendiri terdapat 113 mitra dapur yang telah terdaftar dan seluruhnya sudah aktif beroperasi.
Secara keseluruhan, jumlah mitra GAPEMBI di DIY kini telah mencapai lebih dari 500 dapur.
Dengan jumlah tersebut, GAPEMBI optimistis rantai pasok pangan, mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat, dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya pengawasan kualitas bahan baku agar standar gizi dan keamanan pangan tetap terjaga.
Ia juga mengakui bahwa makanan bergizi tidak selalu dapat memenuhi selera seluruh penerima manfaat.
“Kami menyadari bahwa makanan bergizi tidak selalu identik dengan makanan yang sesuai dengan selera semua orang. Namun, kami terus melakukan evaluasi menu dan diskusi dengan berbagai pihak agar tetap sesuai standar gizi dan keamanan pangan,” sebutnya.
BACA JUGA : Lewat Karya Fotografi hingga Film Pendek, Mahasiswa Unisa Yogyakarta Kritik Program MBG