diswayjogja.id – Tantangan besar sering kali muncul ketika lulusan sekolah baru melangkah ke dunia kerja: ketidaksesuaian antara teori di kelas dan kebutuhan praktis di lapangan. Menyadari hal ini, PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) kembali menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional melalui program unggulan mereka, Sharp Class.
Bertempat di SMKN 3 Karawang, Sharp secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai simbol dimulainya sinergi antara raksasa elektronik dunia ini dengan institusi pendidikan vokasi. Langkah ini dipandang sebagai ujung tombak untuk mencetak tenaga kerja yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi teknis yang adaptif dan siap pakai.
Mewujudkan Konsep "Link and Match" yang Sesungguhnya
Dalam agenda nasional, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dituntut untuk menjadi pencetak tenaga terampil. Namun, kesenjangan kompetensi tetap menjadi isu klasik yang menghambat penyerapan tenaga kerja. Sharp Class hadir untuk menutup celah tersebut.
Acara penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Pengawas Pembina SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, Bapak H. Chaerudin, S.Pd., M.M. Kehadiran pemerintah memberikan sinyal kuat bahwa kolaborasi antara sektor industri dan sekolah adalah kunci utama pembangunan SDM yang kompetitif.
prosesi gunting pita program Sharp Class di SMKN 3 Karawang--
Lise Tiasanty, S.Pd., M.M., Customer Satisfaction Head Division PT Sharp Electronics Indonesia, menegaskan bahwa Sharp Class merupakan investasi jangka panjang perusahaan untuk masa depan Indonesia.
"Ini bukan sekadar pelatihan singkat. Sharp Class adalah kontribusi berkelanjutan kami dalam membentuk tenaga vokasi yang benar-benar siap kerja. Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah untuk menyelaraskan dunia pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini," ujar Lise.
BACA JUGA : Genap 10 Tahun Sharp Greenerator Gerakkan Generasi Peduli Bumi Ciptakan Aksi Hijau Berkelanjutan
BACA JUGA : Hello Comfort Roadshow Strategi Baru Sharp Hadirkan Inovasi Teknologi dan Hiburan Jepang di Empat Kota
Fokus pada AC dan Soft Skill
Program Sharp Class di SMKN 3 Karawang ini tidak diikuti oleh sembarang siswa. Sebanyak 25 siswa terpilih akan menjalani pelatihan intensif selama dua bulan. Kurikulumnya pun tidak sembarangan dirancang khusus berdasarkan standar industri Sharp yang ketat.
Fokus materi kali ini diarahkan pada penguasaan teknologi Air Conditioner (AC). Mengapa AC? Mengingat iklim Indonesia dan pertumbuhan properti yang pesat, permintaan akan teknisi AC yang handal terus melonjak tajam. Peserta tidak hanya diajarkan teori, tetapi langsung praktik menggunakan perangkat standar industri.
Menariknya, Sharp juga menyuntikkan materi soft skill. Lulusan program ini dibekali dengan kemampuan pelayanan pelanggan, etika kerja, teknik komunikasi profesional, hingga dasar-dasar kewirausahaan. Tujuannya jelas: agar mereka mampu bekerja di perusahaan besar atau bahkan berani membuka lapangan pekerjaan sendiri secara mandiri.
Kepala SMKN 3 Karawang, Dra. Ade Mardiah Hayati, M.Pd., menyambut antusias program ini. "Ini adalah model kolaborasi ideal. Keterlibatan langsung profesional dari Sharp memberikan gambaran standar kerja yang sesungguhnya kepada siswa kami. Ini meningkatkan kualitas lulusan kami secara signifikan," ungkapnya.