Selain IGD, layanan hemodialisa atau cuci darah serta pelayanan kemoterapi tetap berjalan sesuai jadwal.
Kelompok pasien ini merupakan pasien kronis yang membutuhkan keberlanjutan layanan tanpa jeda. Karena itu, RSPS memastikan tidak ada perubahan jadwal.
Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Comprehensive (PONEC) juga disiagakan penuh selama 24 jam.
Layanan ini penting untuk menangani kondisi gawat darurat ibu hamil, persalinan, serta bayi baru lahir yang membutuhkan penanganan segera.
BACA JUGA : Resmi! UMP DIY 2026 Ditetapkan Naik 6,78 Persen, UMK Kota Yogyakarta Paling Tinggi
BACA JUGA : Jean-Paul Van Gastel Kritik Performa PSIM Jogja Meski Tahan Imbang Persijap
Tidak hanya layanan utama, seluruh unit penunjang seperti laboratorium, radiologi, dan farmasi tetap beroperasi normal.
Hal ini bertujuan memastikan pasien rawat inap tetap dapat menjalani pemeriksaan penunjang dan mendapatkan obat secara berkesinambungan tanpa harus menunggu hari kerja.
Selain mempersiapkan pelayanan reguler, RSPS juga menyiapkan langkah penanganan jika terjadi kondisi darurat massal.
Manajemen rumah sakit telah mengaktifkan Hospital Disaster Plan, yaitu rencana penanggulangan bencana di tingkat rumah sakit. “Jika sewaktu-waktu diperlukan, rencana ini dapat segera diaktifkan dan petugas dapat dimobilisasi,” ujarnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, RSPS Bantul menegaskan kesiapan mereka menghadapi periode libur Natal dan Tahun Baru yang identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat dan risiko kecelakaan.
BACA JUGA : Gol Telat Abiyoso Selamatkan PSIM Jogja dari Kekalahan atas Persijap
BACA JUGA : Transformasi Gedung Bersejarah Lawang Sewu Sekarang Magnet Wisata Edukasi, Cek Info Selengkapnya Disini
Rumah sakit ini diharapkan menjadi jangkar layanan kesehatan masyarakat Bantul dan sekitarnya selama momentum libur panjang.