BACA JUGA : Pengemudi Ojol di Purworejo Dianiaya Pengunjung Cafe Hingga Tewas, Peristiwa Terekam CCTV dan Beredar Luas
“Harapannya untuk pelaku yang menabrak rekan kita agar segera diproses secara hukum dan diberi hukuman yang setimpal. Karena itu bukan kecelakaan biasa, tapi bentuk kesengajaan yang mengakibatkan rekan kita kehilangan nyawa di jalan,” tuturnya.
Menurutnya, aksi solidaritas yang diikuti puluhan ojol dari lintas komunitas merupakan bentuk kepedulian sekaligus desakan moral kepada aparat penegak hukum.
“Ini sekitar 50 peserta dari semua komunitas platform. Kehadiran kami di sini bukan sekadar duka, tetapi juga menuntut keadilan untuk almarhum dan keluarganya,”imbuhnya.
Lebih jauh, FOYB juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap cara aparat kepolisian dalam menangani aksi massa. Ia menilai pendekatan represif justru mencederai prinsip demokrasi dan hak warga negara.
“Dari ojol Jogja ada tuntutan jelas: proses hukum bagi pelaku, dan dari institusi Polri kami minta agar merevisi atau mereview kembali kebijakan dalam menghadapi aksi massa,” sebutnya.
Ia menambahkan, aksi massa semestinya dipahami sebagai ruang penyampaian aspirasi, bukan ancaman yang harus dihadapi dengan senjata atau kekerasan.
“Tidak perlu dengan kekerasan, karena kami kan tidak membawa senjata. Kami hanya menyuarakan hak kami sebagai warga negara,” ujarnya.
Aksi solidaritas tersebut berjalan tertib. Para ojol berharap kasus ini menjadi momentum untuk mendorong perubahan pendekatan aparat dalam menjaga keamanan aksi massa di Indonesia.