“Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman di luar kampus, sehingga ilmu yang diperoleh dapat benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Targetkan Anak Keluarga Miskin Jadi Sarjana dan Bekerja Layak
Pemkab Sleman melalui Dinas Sosial mendorong perguruan tinggi untuk lebih aktif dalam mendukung pendidikan anak-anak dari keluarga miskin.
Ia menekankan perlunya kolaborasi semua pihak agar generasi muda memiliki kesempatan lebih luas untuk meraih pendidikan tinggi dan pekerjaan yang layak.
“Karena itu, kita perlu adanya uluran tangan dari semua pihak agar anak-anak kita khususnya dari keluarga miskin, rentan miskin, maupun penerima PKH di Kabupaten Sleman nantinya bisa lulus menjadi sarjana dan mendapatkan pekerjaan yang layak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dorongan ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam program Kampus Merdeka. Salah satu indikator kinerja utama dari program tersebut adalah lulusan mampu memperoleh pekerjaan yang layak sesuai bidangnya.
“Kalau tidak salah, dalam program Kampus Merdeka indikator utama nomor satu adalah lulusan mendapatkan pekerjaan yang layak,” jelasnya.
Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan diri melalui kegiatan di luar kampus. Hal ini menurutnya penting agar ilmu yang diperoleh bisa langsung memberi manfaat nyata di tengah masyarakat.
“Mahasiswa juga ditargetkan memperoleh pengalaman di luar kampus, sehingga keterampilan mereka lebih terasah,” sebutnya.
Lebih jauh, Ia menambahkan, Pemkab Sleman berupaya mendorong perguruan tinggi agar menghadirkan program yang berbeda dari sekadar magang. Dengan begitu, kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat bisa lebih luas sekaligus memberi nilai tambah bagi pengembangan diri mereka.
“Inilah yang menjadi dasar kenapa di Sleman pemerintah mendorong perguruan tinggi untuk menghadirkan program berbeda dari sekadar magang. Harapannya, hal ini memberi manfaat ganda, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat,” imbuhnya.