BACA JUGA : Diikuti Peserta dari 21 Negara, Sleman Temple Run 2025 Hadirkan Panorama Candi
Ia menambahkan, penentuan usia dan konteks sejarah sebuah artefak membutuhkan kajian menyeluruh, baik melalui penelitian di lapangan maupun studi laboratorium.
Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa tim BPK Wilayah X akan segera meninjau langsung lokasi penemuan. Ia mengatakan,
“Nanti akan ada Polsus kami yang meninjau lokasi,” ucapnya.
Sembari menekankan bahwa prosedur resmi harus dijalankan agar penanganan benda cagar budaya tetap sesuai aturan.
Selain pemeriksaan lapangan, BPK juga berencana berkoordinasi dengan perangkat desa serta penemu arca.
“Kami akan bicarakan tindak lanjutnya dengan penemu dan perangkat desa,” jelasnya.
Ia turut mengingatkan, setiap penemuan benda yang diduga berasal dari masa lalu tidak boleh ditangani sembarangan.
Risiko kerusakan bisa saja terjadi jika benda tersebut dipindahkan tanpa prosedur yang tepat.
“Prinsipnya, semua temuan harus ditangani secara hati-hati agar bisa memberikan manfaat bagi ilmu pengetahuan maupun masyarakat,” pungkasnya.
Penemuan arca kuno ini menambah daftar panjang catatan arkeologi di Kabupaten Sleman.
Wilayah Sleman memang sejak lama menjadi pusat peradaban Jawa Kuno, terbukti dengan adanya berbagai candi megah seperti Candi Prambanan, Candi Kalasan, hingga Candi Sari.
Karena itu, tidak mengherankan bila setiap kali ditemukan benda kuno di Sleman, publik dan para ahli selalu memberikan perhatian serius.
Warga Warak Kidul sendiri sejak lama mempercayai bahwa daerah mereka memiliki keterkaitan dengan situs candi.
Beberapa tahun sebelumnya, warga juga pernah menemukan batu umpak serta batu berbentuk gunungan di sekitar wilayah tersebut.
Dengan temuan terbaru berupa arca kuno dan batu kotak, keyakinan mereka semakin kuat bahwa Warak Kidul memang pernah menjadi bagian dari kompleks candi pada masa lalu.