“Tanggal 28 Juli 1980 kita diterima di Fakultas Kehutanan tercinta ini. Terselenggaranya acara ini sangat luar biasa, ada yang dari Manado, Lombok, Bali, dan lain-lain,” terangnya.
BACA JUGA : Polemik Ijazah Jokowi, UGM Siap Menghadirkan Alat Bukti Jika Diminta Pengadilan
BACA JUGA : UGM Menghormati dan Siap Menghadapi Gugatan Rp69 Triliun Ijazah Jokowi di PN Sleman
Pertemuan KAGAMAHUT angkatan 80 kembali mempererat jalinan silaturahmi antara alumni dan universitas.
Sebagaimana diketahui, komunitas KAGAMA selalu memiliki nafas yang sama dengan UGM untuk terus berkontribusi pada negeri.
Melalui berbagai program kolaborasi bersama KAGAMA di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat, diharapkan mampu memberdayakan para alumni serta meningkatkan inklusivitas dan pemerataan pendidikan tinggi.
Ketua Panitia, Johannes, mengatakan Yogyakarta sudah menjadi rumah bersama dan kembalinya para alumni setelah sukses di jalan masing-masing.
BACA JUGA : Ditemui Jokowi di Kraton Kilen, Sultan HB X: Silaturahmi
BACA JUGA : Jokowi Bertemu dengan Sri Sultan HB X di Kraton Yogyakarta Selama 1,5 Jam
“Perjumpaan ini ditujukan untuk mempererat tali silaturahmi. Kita bersyukur sudah diberikan waktu untuk kembali berkumpul bersama meskipun sudah menitip hidup masing-masing,” tuturnya.
Dia menyebut, rasa solidaritas dan kuatnya persahabatan membuat acara reuni ini dapat terlaksana dengan hadirnya para alumni dari berbagai penjuru negeri. Alumni SPIRIT 80 tetap menyalurkan semangat kebersamaan yang kuat antar satu sama lain.