Belajar Ternak Dari Ayah Hingga Mengembangkan Usaha Peternakan

Selasa 03-06-2025,12:25 WIB
Reporter : Syamsul Falaq
Editor : Syamsul Falaq

BREBES, diswayjogja.id - 'Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, tiada usaha tanpa hasil' Begitulah pepatah yang tepat untuk menggambarkan kegigihan dua pemuda bersaudara mengembangkan usaha peternakan dari sang ayah. Seperti apa ceritanya, Simak ulasan lengkapnya!

Memeriksa kondisi fisik semua sapi ternak, menjadi ritual rutin setiap pagi bagi Pramudita Ardi Rahmanta, 28. Bahkan, dengan pengalaman belajar ternak dari sang ayah sejak Sekolah Dasar. Anak sulung dari dua bersaudara itu, sudah terbiasa memandikan belasan ekor sapi.

Tujuannya, menjaga kebersihan sekaligus memberikan stimulasi agar pertumbuhan sapinya lebih berbobot. Selain itu, memberikan pakan organik dan rutin membersihkan kotoran dalam kandang sapi.

Ternyata, menjadi tips penting nan jitu menggenjot proses penggemukan ternak. Usaha tersebut, dirintis sejak Tahun 2007 di Desa Sisalam Kecamatan Wanasari dengan nama branding Ekian Farm.

BACA JUGA : Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban Tim Kesmavet DPKH Brebes Mulai Blusukan Kandang Peternak

BACA JUGA : 12 Sapi Kurban Bercacing Hati dari RPH Brebes Dimusnahkan

"Proses pembersihan kandang sapi, kemudian memandikan sapi ternak. Selalu rutin dilakukan, setiap pagi pukul 07.00 WIB dan pukul 16.00 WIB. Alhamdulillah, dengan ketekunan dan konsisten merawat hasil penggemukan ternaknya lebih maksimal," ungkap putra sulung M Idi Fitriyadi dan Eka Wihartati.

Berbekal ilmu dan pengalaman dari bapak, lanjut Ardi, kandang sapi yang semula hanya kurang dari 10 ekor. Sejak Tahun 2015, inovasi breeding (pengembangan ternak-red) mulai berjalan hingga sekarang.

Termasuk, proses penggemukan sapi ternak yang akan dijual untuk hewan kurban maupun konsumsi. Hasilnya, usaha ternak sapi bisa berjalan dan bertahan selama 19 tahun terakhir.

"Setelah proses yang panjang, dalam setahun Ekian Farm bisa menjual 31 ekor sapi kurban dengan omset mencapai Rp 500 juta. Paling ramai pembeli, sejak 4 bulan sebelum Iduladha. Untuk harga jual sapinya, mulai Rp 24 juta hingga Rp 32 juta," terangnya.

Lebih lanjut Ardi menuturkan, bisnis ternak sapi terus berkembang seiring omset yang semakin bertambah. Tepatnya, pada Tahun 2013 yang sudah memiliki banyak pelanggan tetap.

BACA JUGA : Pemkot Yogyakarta Imbau Gunakan Kemasan Ramah Lingkungan dalam Pendistribusian Daging Kurban

BACA JUGA : Kolaborasi Program Kurban dengan E-Commerce, Lazismu Terima Kurban Satu Ekor Sapi Limosin

Namun, dalam setiap usaha pasti ada pasang surutnya dan tidak selalu berjalan mulus. Terlebih, saat digempur wabah Penyakit Mulut dan Kuku di akhir 2022 hingga 2023 lalu.

"Meski sempat merugi hingga Rp 150 juta, karena banyak sapi yang mati terjangkit PMK. Alhamdulilah, bisa bangkit lagi sampai sekarang dan pembeli langganan terus bertambah setiap tahunnya," ujarnya.

Kategori :