LEBAKSIU , DISWAYJOGJA – Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal yang tergabung dalam Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Lebaksiu, beberapa waktu lalu. Dalam sidak itu, tim berhasil menemukan kandungan formalin pada sampel terinasi kering dan pewarna tekstil rhodamin B pada sampel kerupuk dan terasi.
BACA JUGA:Dinkes Sleman Uji Takjil, Dari 19 Sampel Tidak Ditemukan Makanan Berbahaya Kepala Dinkes Kabupaten Tegal Ruszaeni menyatakan, timnya telah mengambil sejumlah sampel bahan makanan untuk diuji menggunakan rapid test kit atau pengujian secara cepat. Dari delapan sampel produk makanan yang diambil seperti kerupuk, teri kering, terasi, tahu kuning, puyam, ikan asap, cumi kering, dan ikan asin, tiga diantaranya positif bercampur formalin dan pewarna bahan tekstil. ” Setelah kita uji hasilnya, ada lima produk makanan yang negatif dan tiga positif mengandung zat berbahaya seperti formalin dan pewarna tekstil rhodamin B,” kata Ruszaeni. Menurut dia, produk makanan yang bercampur formalin dan zat pewarna kain ini dapat memicu pertumbuhan sel kanker. Setelah ditelusuri melalui pedagang, produk makanan tersebut dikirim dari luar kota, diantaranya terasi yang berasal dari Brebes dan terinasi dari Tegalsari Kota Tegal. ” Dampak mengonsumsi makanan yang mengandung bahan berbahaya ini dalam jangka panjang bisa berpotensi menyebabkan kerusakan lever, ginjal, dan keluhan penyakit lainnya, termasuk memicu tumbuhnya sel kanker,” ungkap Ruszaeni. Sejauh ini pihaknya terus melakukan inspeksi secara rutin setiap tiga bulan sekali untuk melindungi konsumen. Selain membina pedagang agar tidak memperjualbelikan produk yang mengandung bahan berbahaya, pihaknya juga mengingatkan konsumen agar selalu waspada terhadap produk makanan yang akan dibeli. BACA JUGA:Jelang Idul Fitri, Pj Bupati Tegal Agustyarsyah Sidak Produk Pangan di Pasar dan Swalayan Pedagang diminta cermat saat memilih produk yang dititipkan distributor. Produk yang dijual harus memiliki izin edar pangan industri rumah tangga atau PIRT, mencantumkan tanggal kedaluwarsa dan syarat pelabelan. “Memang harus ada upaya preventif untuk mencegah peredaran bahan pangan berbahaya ini. Jadi kalau pedagangnya menolak, tidak mau menerima barang ini, produsennya juga tidak akan produksi lagi atau dijual di pasar ini lagi,” ujarnya. Hasil sidak makanan menjelang Lebaran ini dinilainya lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. " Saat ini, pedagang sudah lebih sadar saat memilih dan memilah produk yang akan dijual," imbuhnya. (*)Dinkes Kabupaten Tegal Sidak Pasar Lebaksiu, Temukan Makanan Mengandung Formalin
Jumat 05-04-2024,07:00 WIB
Reporter : Yeri Noveli
Editor : M. Fatkhurohman
Kategori :
Terkait
Rabu 12-02-2025,11:27 WIB
Pemda DIY dan Pertamina Sidak Pangkalan LPG 3 Kg, Pastikan Stok Aman dan Tepat Sasaran
Rabu 17-07-2024,17:20 WIB
Dinkes Kabupaten Tegal Lakukan Visitasi Praktik Mandiri Bidan di Wilayah Lebaksiu
Selasa 16-07-2024,14:39 WIB
Dinkes Kabupaten Tegal Gelar Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji
Kamis 27-06-2024,19:22 WIB
Dinkes Kabupaten Tegal Tekan Peredaran Produk Pangan Berbahaya
Senin 10-06-2024,08:15 WIB
Dinkes Kabupaten Tegal Galakkan Pemberian Makanan Tambahan Lokal di 29 Puskesmas
Terpopuler
Minggu 25-01-2026,05:37 WIB
Destinasi Makan Paling Memikat di Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Cek Informasi Lengkapnya
Minggu 25-01-2026,10:46 WIB
Puluhan Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang di Sleman, Ini Penjelasan BMKG
Sabtu 24-01-2026,18:57 WIB
Randu 20 Meter Tumbang di Notonegoro Sleman, Ayah–Anak Warga Balikpapan Tewas
Minggu 25-01-2026,08:55 WIB
Menelusuri Permata Pariwisata Jawa Timur Dari Keajaiban Geologi Hingga Pusat Hiburan Modern
Sabtu 24-01-2026,19:00 WIB
PMI Sleman Salurkan 39.210 Kantong Darah, Layani 150 Ribu Warga Sepanjang 2025
Terkini
Minggu 25-01-2026,17:47 WIB
PSIM Jogja Kecolongan Gol Freitas, Persebaya Unggul 0-1 di Paruh Pertama
Minggu 25-01-2026,16:08 WIB
Kasus Jambret Maut Sleman Masuk Jaksa, CCTV dan Ahli UGM Jadi Kunci
Minggu 25-01-2026,16:07 WIB
Polisi Pasang GPS di Kaki Hogi Minaya, Kasus Laka Sleman Masuk Kejaksaan
Minggu 25-01-2026,16:06 WIB
Embarkasi Haji Sleman Pindah ke YIA, 1.428 Jamaah Diberi Sosialisasi Manasik 2026
Minggu 25-01-2026,16:05 WIB