JAKARTA (Disway Jogja) - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan dugaan transaksi aliran dana dari karyawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) ke kelompok teroris.
Kepala PPATK Ivan Yustiavanda mengatakan karyawan itu terindikasi terafiliasi dengan jaringan Al-Qaeda. Ivan menyebutkan penerima dana itu Satu dari 19 orang yang ditangkap kepolisian Turki. "Yang bersangkutan (penerima, red) pernah ditangkap. Dia salah satu dari 19 orang yang ditangkap oleh kepolisian di Turki karena terkait dengan Al-Qaeda," kata Ivan saat jumpa pers di kantornya, Rabu (6/7). Namun, PPATK masih menelusuri lebih lanjut temuannya itu. "Masih dalam kajian lebih lanjut, apakah memang ditujukan untuk aktivitas lain atau ini secara kebetulan. Selain itu, secara tidak langsung terkait dengan aktivitas-aktivitas yang memang patut diduga melanggar ketentuan perundang-undangan," kata Ivan. PPATK juga menemukan transkasi ACT ke sejumlah negara yang berisiko tinggi. Ivan menyebut pihak yang bertransaksi mulai dari karyawan hingga admin lembaga amal tersebut. Negara berisiko tinggi artinya dianggap sistem antimoney laundry dan penanganan terorismenya masih lemah. "Negara berisiko tinggi, yakni Turki, Kyrgyzstan, Bosnia, Albania, dan India. Kemudian, ada Bangladesh, Nepal, Pakistan," kata Ivan. PPATK memblokir transaksi keuangan 60 rekening keuangan milik ACT. Pemblokiran itu dilakukan ke seluruh rekening ACT yang tersebar di 33 bank. Hal itu bertujuan agar tidak ada lagi dana masuk atau keluar dari rekening tersebut. (jpnn)Terlalu! Karyawan ACT Diduga Kirim Dana ke Jaringan Al Qaeda
Rabu 06-07-2022,21:46 WIB
Editor : Wawan Setiawan
Kategori :
Terkait
Kamis 07-07-2022,09:58 WIB
Situasi Terkini Kantor ACT Yogyakarta, Sepi dan Tak Ada Aktivitas
Rabu 06-07-2022,21:46 WIB
Terlalu! Karyawan ACT Diduga Kirim Dana ke Jaringan Al Qaeda
Rabu 06-07-2022,11:13 WIB
Dituding Makan Dana ACT, Ustaz Hilmi Firdausi: Itu Fitnah yang Sungguh Keji
Terpopuler
Rabu 14-01-2026,17:46 WIB
Mahasiswa Yogyakarta Tolak Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Perkuat Money Politik
Rabu 14-01-2026,17:46 WIB
Digantung di Teras Rumah, Burung Murai Batu Rp150 Juta Digasak Maling di Bantul
Rabu 14-01-2026,15:43 WIB
Penumpang KA Jarak Jauh di Daop 6 Yogyakarta Tembus 13,2 Juta Sepanjang 2025
Rabu 14-01-2026,17:16 WIB
Dampak Kecewa Hasil Konfercab Meluas, Kader PDI Perjuangan Desa Mundu Tanjung Kompak Mundur
Rabu 14-01-2026,17:45 WIB
PHRI Petakan Tantangan Industri Hotel DIY Menuju 2026
Terkini
Kamis 15-01-2026,13:37 WIB
Menjelajahi Wisata Estetik Eropa di Kawasan Kota Lama Semarang
Kamis 15-01-2026,13:16 WIB
Pesona Strobilus Cafe & Resto, Destinasi Kuliner Estetik Dekat Tangkuban Perahu
Kamis 15-01-2026,12:22 WIB
Nama Bupati Sleman Aktif Muncul di Persidangan, Kejari Sleman Tegaskan Statusnya Masih Saksi
Kamis 15-01-2026,12:16 WIB
Pesona Snorkeling dan Ketenangan di Pantai Nglambor Yogyakarta
Kamis 15-01-2026,11:55 WIB