Jokowi Lebih Berwibawa Jika Ikuti Megawati, daripada Ikuti Keinginan Luhut

Minggu 24-04-2022,11:27 WIB
Editor : Imron Rosadi

JAKARTA (Disway Jogja) - Jokowi akan lebih berwibawa dan bisa lebih menjaga legasi kepemimpinan yang baik hingga 2024, jika tegak lurus mengikuti arahan Megawati Soekarnoputri.

Pengamat politik Saiful Anam menyebut sebaiknya Jokowi lebih baik mengikuti arahan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri daripada mengikuti keinginan Luhut Panjaitan.

Jokowi juga diminta jangan sampai tergoda dengan wacana yang dilemparkan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan soal penundaan Pemilu 2024.

Menurut Saiful mengatakan, dengan adanya penegasan dari Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, terkait tidak adanya penundaan pemilu, maka hal tersebut menandakan bahwa wacana penundaan pemilu ditentang PDIP.

“Sehingga terhadap pihak-pihak yang menginginkan bahkan mengusulkan penundaan pemilu harus berhadapan dan berseberangan dengan Megawati,” ujar Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI) itu, Minggu (24/4)

Presiden Jokowi harus merespon dengan serius apa disampaikan oleh Megawati. Salah satunya dengan memberikan sanksi yang tegas kepada pihak-pihak yang dengan sengaja menghembuskan isu penundaan pemilu.

“Termasuk misalnya melakukan pencopotan terhadap Luhut yang sengaja menginginkan adanya penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan Presiden,” katanya.

Menurut Saiful, citra Jokowi akan menjadi lebih baik jika mengikuti arahan Megawati. Dibanding mengikuti keinginan pihak-pihak lain yang justru bisa menjatuhkan nama baiknya

“Saya kira Jokowi akan lebih berwibawa dan akan lebih menjaga legasi yang baik, apabila lebih mengikuti arahan Megawati yang secara tegas menolak penundaan pemilu, daripada mengikuti keinginan Luhut,” tegasnya.

“Lebih baik mengikuti Megawati kalau ingin selamat sampai akhir 2024,” kata Saiful lagi. (imr/rmol/pojoksatu)

Tags :
Kategori :

Terkait