Pernah Bertemu di Final Liga 2, Kini PSS Sleman Hadapi Garudayaksa dengan Misi Berbeda

Pernah Bertemu di Final Liga 2, Kini PSS Sleman Hadapi Garudayaksa dengan Misi Berbeda

PSS Sleman bersiap menghadapi Garudayaksa FC pada pekan kedelapan Super League 2026/2027, Minggu (1/11/2026) malam. Peter Huistra menekankan pentingnya taktik dan permainan kolektif demi meraih poin di Stadion Pakansari.--dok. PSS

BOGOR, diswayjogja.id - PSS Sleman membidik poin saat menghadapi Garudayaksa FC pada pekan kedelapan Super League 2026/2027. 

Pelatih Super Elang Jawa,  Pieter Huistra menilai pertandingan di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (1/11/2026) malam, menjadi kesempatan penting bagi timnya untuk mulai membangun momentum positif.

Huistra mengatakan skuad PSS baru tiba di Bogor setelah menjalani pertandingan pada Selasa sebelumnya. Meski memiliki waktu persiapan yang relatif singkat, ia memastikan tim telah memusatkan perhatian pada laga melawan Garudayaksa FC.

“Kami datang hari ini setelah menjalani pertandingan Selasa lalu. Sekarang, tentu saja, kami mempersiapkan diri sepenuhnya untuk pertandingan melawan Garudayaksa besok,” katanya dalam konferensi pers jelang laga, Sabtu (31/10/2026) malam.

 BACA JUGA:Pieter Huistra Sesalkan Kartu Merah Stefan Ashkovski, Sebut Permainan PSS Sleman Berubah

BACA JUGA:Bermain dengan 10 Pemain, PSS Sleman Takluk 1-2 dari Borneo FC

Pelatih asal Belanda itu menyebut pertandingan tersebut menarik karena kedua tim pernah bertemu di final Liga 2 (Championship) musim sebelumnya. Namun, situasi kompetisi kini berbeda setelah keduanya tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Dua tim ini musim lalu bermain di final Liga 2. Sekarang situasinya berbeda di Super League. Bagi PSS, yang terpenting adalah mulai membangun momentum dan mendapatkan poin yang kami butuhkan,” ujarnya.

Huistra juga menyoroti perbedaan tantangan antara Liga 2 dan Super League. Menurut dia, persaingan di kompetisi tertinggi menuntut tim memiliki organisasi permainan dan pemahaman taktik yang lebih kuat.

Dia menjelaskan, persiapan PSS dilakukan dengan mempelajari kekuatan dan kelemahan lawan. Hasil analisis tersebut kemudian digunakan sebagai bahan latihan untuk meningkatkan kualitas permainan tim.

BACA JUGA:PSS Sleman vs Borneo FC, Pieter Huistra Fokus Benahi Pertahanan dan Kejar Tiga Poin

BACA JUGA:PSS Sleman Kalah 1-2 dari Persik Kediri, Pieter Huistra Pertanyakan Keputusan VAR

“Kami melakukan hal yang sama seperti ketika menghadapi tim lain. Kami berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin informasi, lalu menggunakannya dalam latihan untuk meningkatkan kualitas tim,” jelasnya.

Huistra menilai kualitas individu saja tidak cukup untuk bersaing di Super League. Setiap pemain harus mampu bekerja dalam sistem permainan yang dibangun bersama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait