Sudah Diusulkan 10 Tahun, Warga Gampingan Jogja Berharap Bantaran Sungai Winongo Segera Ditata
Pemkot Yogyakarta melanjutkan program Mundur Munggah Madhep Kali (M3K) untuk menata bantaran Sungai Winongo hingga 2028. Wali Kota Hasto Wardoyo meninjau kawasan Jembatan Serangan dan menyoroti kondisi permukiman serta sampah sungai. --dok. Pemkot Jogja
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Pemerintah Kota Yogyakarta terus melanjutkan penataan kawasan bantaran Sungai Winongo melalui program Mundur Munggah Madhep Kali (M3K), yang telah berjalan sejak 2023 tersebut ditargetkan berlanjut hingga 2028, termasuk di kawasan Kampung Gampingan, Wirobrajan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti, mengatakan penataan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan serta tahapan penataan rumah warga.
"Kita memang sedang melanjutkan program ini yang sudah ada sejak 2023. Perlahan-lahan, mulai enam rumah, sepuluh rumah, tiga belas rumah. Nanti kami tetap berlanjut sampai 2028," ungkap Umi, Sabtu (31/10/2026).
Penataan tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki kondisi permukiman di sepanjang bantaran sungai. Melalui program M3K, rumah-rumah yang sebelumnya membelakangi sungai diharapkan dapat ditata agar menghadap ke arah sungai dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
BACA JUGA : Masih Ada Warga Buang Sampah ke Sungai, Wali Kota Hasto Tegaskan Penindakan Tipiring
BACA JUGA : Reresik Kali Code di Yogyakarta, Santri Turun Langsung Bersihkan Lingkungan Sungai
Ketua RW 11 Kampung Gampingan, Edi Rifantono, mengatakan pihaknya selama ini telah melakukan sosialisasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai.
Pengelolaan sampah di wilayah tersebut juga telah difasilitasi dengan gerobak sampah yang beroperasi tiga kali dalam seminggu. Edi menjelaskan, beberapa bangunan di sekitar bantaran sungai masih bersifat sementara. Salah satunya bagian dapur rumah warga yang sewaktu-waktu dapat dibongkar apabila penataan kawasan dilaksanakan.
Dia berharap program M3K dapat segera direalisasikan secara lebih luas. Menurutnya, usulan penataan kawasan tersebut telah disampaikan warga berulang kali sejak sekitar sepuluh tahun lalu.
"Harapan kami tentu segera dilakukan penataan dan dicarikan solusi. Usulan ini sebenarnya sudah kami sampaikan berulang kali sejak kurang lebih sepuluh tahun lalu," ujarnya.
BACA JUGA : Bukan Cuma Plastik, Kerja Bakti di Sungai Code Gondomanan Temukan Kayu dan Batu Sisa Proyek Bangunan
BACA JUGA : BPBD Jogja Uji 36 EWS Banjir, Warga Bantaran Sungai Diminta Siap Evakuasi
Edi menyebut masih terdapat sekitar 13 rumah di kawasan tersebut dengan kondisi bangunan relatif kecil. Bahkan, satu rumah terkadang dihuni lebih dari satu kepala keluarga yang masih memiliki hubungan keluarga. Karena itu, penataan kawasan dinilai penting untuk memberikan lingkungan tempat tinggal yang lebih layak bagi masyarakat.
Sebelumnya, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo meninjau kondisi talud di kawasan Jembatan Serangan, Jalan KH Ahmad Dahlan, Wirobrajan, Jumat (30/10/2026).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: