Sulit Cari Kerja, Irham Mustofa Jajakan Alas Duduk Plastik dari Event ke Event
Sulit Cari Kerja, Irham Mustofa Jajakan Alas Duduk Plastik dari Event ke Event--FOTO : Dhani Irawan/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id – Sulitnya mencari pekerjaan membuat Irhan Mustofa harus memutar cara untuk tetap mendapatkan penghasilan. Pria asal Muntilan ini memilih berjualan alas duduk berbahan plastik dari satu acara ke acara lainnya, mulai dari pengajian hingga kegiatan salat berjemaah.
Pada Kamis (22/10/2026), Irhan terlihat menjajakan alas duduk di acara sholat istisqa di lapangan Pemda Sleman. Ia rela menempuh perjalanan dari Muntilan, Magelang demi mendapatkan peluang berjualan. Meski keuntungan yang diperoleh hanya Rp3.000 per lembar, pekerjaan itu tetap dijalani sebagai ikhtiar mencari rezeki yang halal.
“Kalau ada acara, Pak,” kata Irham saat ditanya mengenai aktivitas berjualannya.
Ia menjelaskan, kegiatan berdagang tersebut tidak dilakukan setiap hari di satu tempat. Irhan mengikuti berbagai acara yang berpotensi mendatangkan pembeli. Pengajian dan kegiatan keagamaan menjadi salah satu sasaran utamanya.
BACA JUGA : Budidaya Bunga Hias Anggrek, Jadi Incaran Mahasiswa Belajar dan Magang karena Bernilai Ekonomi
BACA JUGA : Antrean Pertalite Mengular Dimana Mana, Pengamat Ekonomi Ungkap Penyebabnya
Pola berjualan dari satu acara ke acara lain membuatnya harus jeli mencari informasi mengenai kegiatan yang akan berlangsung. Ia juga bertemu dengan sesama pedagang alas duduk yang berasal dari daerah berbeda.
Para pedagang tersebut saling berbagi informasi tentang acara yang bisa menjadi tempat mencari penghasilan. Mereka biasanya baru bertemu ketika sama-sama berjualan di sebuah kegiatan.
“Kadang beda kecamatan, beda daerah, Pak. Nanti ketemunya ya pas acara kayak gini,” ujarnya.
Alas duduk plastik yang dijual Irham dibanderol Rp7.000 per lembar. Ia bukan pembuat barang tersebut, melainkan membeli untuk kemudian menjualnya kembali. Dari setiap lembar yang terjual, ia mengambil keuntungan sekitar Rp3.000.
BACA JUGA : Udhik-Udhik dan Rengginang dalam Grebeg Maulud, Simbol Ketahanan Ekonomi, Pangan dan Ekologi
Bagi Irham, berjualan secara berpindah-pindah menjadi salah satu cara bertahan di tengah terbatasnya kesempatan kerja. Sebelumnya, ia pernah bekerja di sebuah perusahaan jasa swasta di Yogyakarta. Namun, pekerjaannya tidak berlangsung lama karena kontrak kerja tidak berlanjut.
Kini, ia sementara waktu mengandalkan kegiatan berdagang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Meski begitu, berjualan bukan berarti ia menutup harapan untuk kembali bekerja di sektor formal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: