'Rambut Sewu: Satu Langkah Getih' Luncurkan Poster, Trailer, dan Dua OST Jelang Tayang
Misteri masa lalu, dendam keluarga, dan teror supranatural menjadi benang merah film horor Rambut Sewu: Satu Langkah Getih. --FOTO : Istimewa
YOGYAKARTA, diswayjogja.id– Misteri masa lalu, dendam keluarga, dan teror supranatural menjadi benang merah film horor Rambut Sewu: Satu Langkah Getih. Menjelang penayangannya di bioskop Indonesia pada 5 November 2026, film produksi Mika Entertainment ini merilis poster resmi, trailer terbaru, serta dua lagu original soundtrack (OST) untuk memperkenalkan lebih jauh kisah yang diangkat.
Disutradarai Hanny R. Saputra, film ini memadukan horor, misteri, dan drama dengan latar kepercayaan serta mitos Jawa. Ceritanya berpusat pada Wulan, diperankan Wavi Zihan, yang harus memulai kehidupan baru bersama ibunya setelah sang ibu mendapat pekerjaan di sebuah pabrik.
Namun, kepindahan mereka justru membawa Wulan ke sebuah rumah tua yang menyimpan jejak masa lalu kelam. Sejak menempati rumah tersebut, Wulan mulai mengalami serangkaian kejadian aneh yang sulit dijelaskan. Pengalaman itu perlahan membawanya pada misteri yang menghubungkan dirinya dengan sejarah rumah tersebut.
Trailer terbaru yang dirilis pada 6 Oktober 2026 membuka lebih banyak petunjuk mengenai konflik yang menjadi inti cerita. Teror yang dialami Wulan ternyata tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan sosok Marni, perempuan dengan pengalaman hidup kelam yang menyimpan luka dan dendam terhadap orang-orang yang menyakiti keluarganya.
BACA JUGA : Beautiful Pain, Film Kolaborasi Nikita Mirzani dan Hanung Bramantyo Angkat Kisah Ibu Tunggal
BACA JUGA : BIOSRA Jadi Alternatif Nonton Film Layar Lebar Rp10 Ribu, Buka Ruang untuk Film Lokal
Karakter Marni diperankan Taskya Namya. Menurut Taskya, tindakan Marni tidak bisa dilepaskan dari posisinya sebagai anak perempuan pertama yang merasa memiliki tanggung jawab besar terhadap keluarga.
“Semua yang ia lakukan tidak terlepas untuk membela keluarganya. Perubahan perilaku dan sosok Marni juga bukan hanya karena hal sepele. Semua berdasarkan dendam dan rasa sakit hati terhadap orang-orang yang melukai keluarganya,” kata Taskya.
Konflik semakin berkembang ketika Damar, seorang jurnalis muda yang diperankan Yusuf Mahardika, tertarik menyelidiki kejadian yang dialami Wulan. Ketertarikan itu muncul setelah sebuah rekaman terkait peristiwa tersebut tersebar di media sosial.
Penyelidikan Damar kemudian membuka lapisan rahasia yang lebih dalam. Hubungan antartokoh mulai terungkap, mengarah pada rangkaian peristiwa masa lalu yang menjadi sumber konflik sekaligus menjelaskan teror yang menghantui Wulan.
BACA JUGA : Dari Penyanyi Jadi Aktor, Ndarboy Genk Cerita Tantangan Main Film Pertama Cidro Asmoro The Movie
BACA JUGA : Festival Film Pelajar Akan Digelar di Kampus FSMR ISI Yogyakarta, Jadi Ruang Temu Pelajar Film Indonesia
Selain Wavi Zihan, Taskya Namya, dan Yusuf Mahardika, film ini turut dibintangi Ruth Marini sebagai Ratih serta Donny Alamsyah sebagai Suradi.
Angkat Mitos Jawa dan Pilihan Hidup
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

