Baru Tahu Desil Tinggi Saat Urus Perlinsos, Warga Balecatur Antri Ajukan Penurunan
Sejumlah warga Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Sleman, baru mengetahui perubahan posisi desil mereka ketika mengurus perlindungan sosial (perlinsos) pada hari terakhir pengurusan, Senin (31/8/2026).--FOTO : Dhani Irawan/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id — Sejumlah warga Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Sleman, baru mengetahui perubahan posisi desil mereka ketika mengurus perlindungan sosial (perlinsos) pada hari terakhir pengurusan, Senin (31/8/2026).
Perubahan posisi desil tersebut membuat warga yang sebelumnya masih berada di bawah desil 5, kini tercatat masuk desil 6. Kondisi ini dinilai warga berpengaruh terhadap akses mereka terhadap sejumlah fasilitas perlinsos dari pemerintah.
Pantauan di Kantor Kalurahan Balecatur, Senin (31/8/2026), terlihat antrean warga yang mengajukan penurunan desil. Sebagian warga mengaku baru mengetahui posisi desil mereka setelah mendapat informasi dari petugas di padukuhan masing-masing ketika hendak mengurus perlinsos.
Salah seorang warga, Rosmanto, warga Ngaran, Balecatur, yang ditemui di lokasi mengatakan dirinya sebelumnya berada di bawah desil 5. Namun, saat melakukan pengurusan perlinsos, posisi desilnya berubah menjadi desil 6.
BACA JUGA : Voxpop Warga Terkait Polemik Desil serta Berikut Tata Cara Pengurusan Perubahan Desil
BACA JUGA : Wali Kota Hasto Wardoyo Siapkan Jamkesda untuk Warga yang Terlempar dari Desil DTSEN
Menurutnya, perubahan tersebut tidak sesuai dengan kondisi ekonominya saat ini. Ia mengaku tidak memiliki banyak aset dan masih tinggal di rumah sendiri.
"Masuk 6. Saya dulu di bawah 5. Padahal saya tidak punya apa-apa, ini rumah saja masih milik orang tua" ujar warga tersebut.
" Saya juga tidak kerja tetap, dan pendapatan juga nggak ada tapi katanya tadi desil tinggi diatas 5 ," jelasnya lebih lanjut
Ia mengatakan, sejumlah warga lain yang mengantre di Kantor Kalurahan Balecatur juga mengalami kondisi serupa. Mereka baru mengetahui adanya perubahan desil ketika hendak mengurus perlinsos.
BACA JUGA : Warga Protes Desil Kemiskinan Berubah, Sekda DIY: Bisa Ajukan Verifikasi dan Perbaikan Data
BACA JUGA : Sekolah Rakyat Bidik Desil Satu, Sleman Tunggu Teknis Pusat
Untuk mengajukan perubahan kembali, warga diarahkan mengurus melalui Kamituwa di kalurahan. Hal tersebut kemudian menyebabkan antrean warga yang ingin mengajukan penurunan desil.
Pendamping Desa Balecatur urusan sosial, Aryas, membenarkan cukup banyak warga yang mengajukan penurunan desil setelah mengetahui posisi mereka saat mengurus perlinsos.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: