Voxpop Warga Terkait Polemik Desil serta Berikut Tata Cara Pengurusan Perubahan Desil

Voxpop Warga Terkait Polemik Desil serta Berikut Tata Cara Pengurusan Perubahan Desil

Voxpop Warga Terkait Polemik Desil serta Berikut Cara Pengubahan Desil--FOTO : Dhani Irawan/diswayjogja.id

YOGYAKARTA, diswayjogja.id — Polemik penetapan desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) masih mengemuka menjadi pembicaraan sejumlah warga. Mereka mengaku belum habis mengerti  mengetahui posisi desilnya karena dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi yang mereka rasakan sehari-hari, meskipun pihak BPS juga sudah menjelaskan adanya beberapa ketidaktepatan karena beberapa faktor.

Diswayjogja secara acak melakukan wawancara kepada warga terkait polemik ini pada Jumat (28/8/2026). Sebagian warga merasa hidup sederhana, tetapi tercatat dalam desil tinggi. Sebaliknya, ada pula warga yang melihat orang dengan aset cukup banyak justru berada pada desil 6-8.

Salah satunya , Ikhtiarini, Warga Pajangan, Bantul yang justru heran melihat kriteria yang membuat warga dengan banyak kredit justru masuk desil tinggi.

“Kasihan, punya banyak kredit atau hutang malah dianggap kaya,” ujarnya.

BACA JUGA : Ramai Warga Kaget Masuk Desil 9-10, BPS Jelaskan Cara Penentuan DTSEN

BACA JUGA : Wali Kota Hasto Wardoyo Siapkan Jamkesda untuk Warga yang Terlempar dari Desil DTSEN

Tias Kusuma, warga Gamping, Sleman juga menceritakan pengalaman yang menurutnya menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kondisi ekonomi dan posisi desil.

“Temanku kuliah yang benar-benar sangat kaya. Rumahnya di Baciro, punya kos, dua mobil, entah berapa motor, anak-anaknya sekolah di sekolah unggulan semua, malah masuk desil 6-8,” katanya.

Keluhan lain disampaikan Widiyaningrum. Ia mempertanyakan kemungkinan data administratif memengaruhi pemeringkatan desil.

“Belum lama ini pejabat RT dan RW didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan oleh pemerintah kalurahan. Berarti ini akal-akalan supaya desilnya naik,” ujarnya.

BACA JUGA : Data DTSEN Jadi Acuan PBI JKN, Ini Penjelasan Dinsos Kota Yogyakarta

BACA JUGA : Desil 9-10 Bikin Warga Resah, Tidak dapat Akses BBM Subsidi Jadi Ketakutan

Pernyataan tersebut merupakan persepsi warga dan belum membuktikan adanya manipulasi data. Namun, keluhan itu menunjukkan masih adanya kebingungan masyarakat mengenai proses penentuan desil DTSEN.

Sementara, Ndari, Warga Perumahan Gejawan,  menyoroti proses pendataan di lapangan. Ia mengaku pernah menemukan petugas survei yang memiliki kedekatan dengan responden.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: