Kepedulian Masyarakat Yogyakarta Dukung Penanganan Gempa NTT
Kepedulian Masyarakat Yogyakarta Dukung Penanganan Gempa NTT--FOTO : Dok. Rumah Zakat
YOGYAKARTA, diswayjogja.id — Kepedulian masyarakat terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir. Di Yogyakarta, penggalangan dana dilakukan untuk memperkuat dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak sekaligus membantu tim respons cepat yang diterjunkan ke wilayah bencana.
Gempa bumi mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026), dengan wilayah terdampak meliputi Kabupaten Mbay/Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Alor, dan Lembata. Data wilayah terdampak tersebut masih dalam proses pendataan.
Berdasarkan pembaruan situasi yang dikeluarkan pada 15 Agustus 2026, kebutuhan masyarakat terdampak saat ini cukup beragam. Kebutuhan mendesak yang tercatat meliputi tenda atau shelter, makanan siap saji, alat penerangan, serta dapur umum.
Selain memenuhi kebutuhan dasar warga, tim kemanusiaan juga menyiapkan sejumlah langkah lanjutan. Di antaranya memperkuat personel dengan memberangkatkan tambahan Tim Respons Cepat, menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan mendesak, serta melakukan asesmen untuk menentukan kebutuhan intervensi berikutnya.
BACA JUGA : Gempa M7,7 Guncang NTT, 61 Mahasiswa KKN UMY Selamat dan Bantu Evakuasi Warga
BACA JUGA : Gempa Pacitan Berdampak ke Yogyakarta, KAI Daop 6 Hentikan Sementara 15 Kereta untuk Inspeksi
Branch Manager Rumah Zakat Yogyakarta, Warnitis, mengatakan pihaknya turut bergerak melakukan penggalangan dana di Yogyakarta sebagai bagian dari dukungan terhadap penggalangan dana yang dilakukan secara nasional.
“Rumah Zakat Yogyakarta melakukan penggalangan dana sebagai support penggalangan dana Rumah Zakat pusat. Semua amil fokus untuk penggalangan dana kepada mitra dan donatur agar support bisa lebih optimal,” kata Warnitis.
Menurut Warnitis, dukungan dari mitra dan donatur di Yogyakarta diharapkan dapat memperkuat respons kemanusiaan di NTT, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak langsung gempa.
Dalam rencana aksi tanggap darurat, bantuan yang disiapkan tidak hanya berupa makanan dan kebutuhan tempat tinggal sementara. Tim juga akan menyalurkan air bersih, shelter kit dan kebutuhan mendesak lainnya sesuai hasil asesmen di lapangan.
BACA JUGA : 20 Tahun Gempa Jogja, IABI Dorong Sistem Peringatan Dini hingga Tata Kelola Risiko
BACA JUGA : Ancaman Megathrust, Dwikorita Sebut DIY Sudah Siap Hadapi Gempa dan Tsunami
Tim respons juga akan melakukan koordinasi bersama mitra, relawan, asosiasi, dan stakeholder untuk menyusun rencana aksi bersama. Langkah ini dilakukan agar bantuan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah terdampak.
Sementara itu, laporan situasi tersebut mencantumkan sejumlah sumber informasi, di antaranya relawan Rumah Zakat Action, BPBD Maumere, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: