IM57+ Award 2026 Dibuka, Masyarakat Diajak Usulkan Sosok dan Lembaga Pejuang Antikorupsi
IM57+ Award 2026 Dibuka, Masyarakat Diajak Usulkan Sosok dan Lembaga Pejuang Antikorupsi--FOTO : Istimewa - ilustrasi
YOGYAKARTA, diswayjogja.id — Perjuangan melawan korupsi tidak hanya membutuhkan keberanian, tetapi juga konsistensi untuk menjaga nilai integritas di tengah berbagai tantangan. Dalam rangkaian Dies Natalis IM57+, semangat para pejuang anti korupsi itulah yang kembali diusung IM57+ Institute melalui gelaran IM57+ Award 2026, sebuah penghargaan bagi individu maupun organisasi yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam perjuangan pemberantasan korupsi yang akan diselenggarakan pada 2 Oktober 2026.
Melalui ajang tersebut, masyarakat diajak mengusulkan sosok maupun lembaga yang dianggap layak mendapatkan apresiasi sebagai Pejuang Antikorupsi 2026.
Ketua IM57+ Institute, Lakso Anindito, mengatakan penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan terhadap mereka yang terus menjaga keberanian dan integritas dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi.
“Perjuangan melawan korupsi layak untuk dikenang, diapresiasi, dan diteruskan. Karena itu, kami ingin menghadirkan IM57+ Award sebagai ruang untuk mengangkat kisah mereka yang berani, konsisten, dan memberikan kontribusi nyata dalam perjuangan antikorupsi,” kata Lakso Anindito.
BACA JUGA : Kirab Merah Putih Jaga Persatuan Jelang HUT ke-81 RI, Jadi Ajang Kampanye Ajak Masyarakat Tolak Korupsi
BACA JUGA : Kenaikan Gaji Kepala Daerah Dinilai Tak Menjamin Cegah Korupsi
Menurutnya, keberadaan para pejuang antikorupsi penting untuk terus dikenalkan kepada publik. Kisah perjuangan mereka diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus menjaga keberlanjutan gerakan antikorupsi di Indonesia.
IM57+ Award sendiri telah diberikan kepada sejumlah individu dan organisasi dengan rekam jejak perjuangan yang dinilai sejalan dengan nilai-nilai pemberantasan korupsi.
Pada 2022, penghargaan diberikan kepada para pejuang aksi #ReformasiDikorupsi, yakni almarhum Muhammad Yusuf Kardawi, almarhum Immawan Randi, almarhum Maulana Suryadi, almarhum Akbar Alamsyah, dan almarhum Bagus Putra Mahendra.
Kemudian pada 2023, penghargaan diberikan kepada Efek Rumah Kaca untuk kategori individu dan Bersihkan Indonesia untuk kategori lembaga.
BACA JUGA : Mantan Lurah Condongcatur Ajukan Praperadilan, Uji Status Tersangka Kasus Dugaan Korupsi TKD
BACA JUGA : KPK Wajibkan Pejabat Sleman Lapor Gratifikasi 30 Hari, Risiko Suap Jadi Sorotan
Pada 2024, penghargaan kategori individu diberikan kepada almarhum Prof. Sigit Riyanto, sedangkan kategori lembaga diberikan kepada Indonesia Corruption Watch (ICW).
Sementara pada 2025, IM57+ Award diberikan kepada Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) dan Massa Aksi 28 Agustus 2025 sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan konsistensi dalam menyuarakan nilai-nilai demokrasi serta perjuangan melawan korupsi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: