Profesor UGM Ramai-Ramai Melukis di RSA, Seni Disebut Bisa Tingkatkan Imunitas dan Kesehatan Mental

Profesor UGM Ramai-Ramai Melukis di RSA, Seni Disebut Bisa Tingkatkan Imunitas dan Kesehatan Mental

RSA UGM bersama Dewan Guru Besar UGM menggelar kegiatan Art Therapy is Happiness, Rabu (29/7/2026). Para profesor melukis, membaca puisi, dan bernyanyi sebagai upaya membangun kesehatan mental melalui seni.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id - Sejumlah guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) berkumpul bukan untuk mengikuti seminar ilmiah, melainkan melukis, membaca puisi, hingga bernyanyi dalam kegiatan bertajuk "Arts Therapy is Happiness: Membangun Kesehatan Jiwa melalui Seni, Humanisme, dan Budaya,” di Taman Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, Rabu (29/7/2026). 

Direktur Utama RSA UGM, Dr. Darwito, mengatakan rumah sakit tidak hanya berfokus pada penyembuhan pasien melalui tindakan medis dan teknologi, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis dan kebahagiaan pasien.

"Rumah sakit tidak hanya terfokus pada bagaimana penyembuhan pasien lewat terapi medis atau alat-alat canggih, tetapi menggunakan nilai-nilai yang ada dalam diri manusia itu sendiri. Bagaimana seseorang bisa happy, berekspresi lewat melukis, membaca puisi, musikalisasi, hingga bernyanyi," ungkap Darwito.

Menurutnya, seni mampu menghadirkan rasa senang yang berdampak positif terhadap kondisi fisik seseorang.

BACA JUGA : Disbud DIY Respons Polemik Penerima Apresiasi Seni Anak 2026, Juri dan Orang Tua Akan Dipanggil

BACA JUGA : Prambanan Jazz 2026 Hadirkan Konsep Baru, Musik Jazz hingga Seni Kontemporer Berpadu di Candi Prambanan

"Lewat seni itu manusia akan menyehatkan dirinya. Seni untuk kesehatan. Kalau orang mempunyai rasa senang, maka muncul gairah hidup. Di situ ada hormon seperti endorfin dan hormon lainnya yang berpengaruh terhadap imunitas tubuh. Semakin kuat imunitasnya, semakin besar kekuatan untuk melawan penyakit," ujarnya.

Meski demikian, Darwito mengakui pihaknya belum memiliki penelitian khusus mengenai seberapa besar peningkatan hormon kebahagiaan akibat aktivitas seni.

"Kalau persentasenya saya belum meneliti. Tapi saya mempunyai pandangan bahwa rasa senang akan memengaruhi hormon-hormon yang membuat manusia menjadi lebih sehat," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. M. Baiquni, mengatakan konsep Art Therapy is Happiness bertujuan menyatukan nalar, naluri, dan nurani agar manusia menjadi pribadi yang utuh sekaligus peduli terhadap lingkungan dan kemanusiaan.

BACA JUGA : Hadeging Pakualaman ke-214 Digelar Meriah, Pasar Sewandanan Hadirkan 40 UMKM dan Seniman Legendaris

BACA JUGA : Lebaran Seni Kembali Hadir, ARTJOG 2026 Tampilkan Karya 96 Seniman Indonesia dan Dunia

"Dewan Guru Besar UGM mencoba menggunakan Art Therapy for Happiness atau Art is Happiness. Menyatukan kembali nalar, naluri, dan nurani sehingga kita menjadi pribadi yang utuh, yang punya tugas melestarikan lingkungan hidup dan memuliakan kemanusiaan," terangnya.

Menurut Baiquni, kesehatan manusia tidak dapat dipisahkan dari kesehatan lingkungan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait