Bersholawat Jadi Cara Refreshing, IMJAT DIY Satukan Hampir 50 Grup Hadroh Muslimat
Bersholawat Jadi Cara Refreshing, IMJAT DIY Satukan Hampir 50 Grup Hadroh Muslimat--FOTO : Dhani Irawan/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id – Suara rebana berpadu dengan lantunan sholawat menggema penuh kekhusyukan dalam Parade Hadroh yang digelar Ikatan Muslimat Jami'yah Sholawat (IMJAT) DIY, Minggu (26/7/2026). Bagi puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas ini, kegiatan tersebut bukan sekadar menampilkan seni hadroh, tetapi juga menjadi sarana beribadah, mempererat persaudaraan, sekaligus refreshing melalui aktivitas yang positif.
Parade hadroh merupakan agenda rutin IMJAT yang diselenggarakan setiap tiga bulan sekali secara bergilir dari satu masjid atau kelompok hadroh ke tempat lainnya. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diisi santunan kepada anak yatim, pengajian, dan tausiyah keagamaan.
Pengurus IMJAT DIY, Emi Nur Insani Hasanah, mengatakan parade tersebut menjadi ruang berkumpul sekaligus media syiar Islam melalui lantunan sholawat.
"Ini kegiatan rutin setiap tiga bulan sekali. Selain parade hadroh, ada santunan anak yatim, pengajian, dan kegiatan kebersamaan lainnya. Jadi tidak hanya bersholawat, tetapi juga berbagi dan mempererat silaturahmi," ujarnya.
BACA JUGA : Tren Gaya Busana Muslimah 2025, Inspirasi untuk Tampil Syar'i dan Elegan
BACA JUGA : 8 Pilihan Model Gamis Brokat Panjang Untuk Muslimah, Cocok untuk Berbagai Acara Formal Atau Kasual
Dalam parade kali ini, para peserta membawakan 14 lagu sholawat yang dipadukan dengan berbagai properti sehingga penampilan semakin menarik. Lagu-lagu tersebut meliputi Mars IMJAT, Ya Robbi Assalamu'alaik Ya Rasulallah, Ilahana, Globalisasi, Nurok Ya Robbi, Anoman Obong, Huwa Ahmadun, Menunggu, Azka Taslim, Rindu Madinah, Perdamaian, Ya Imamarrus, Honocoroko, hingga Antudkhilana.
Setiap lagu dikolaborasikan dengan atraksi menggunakan bunga warna-warni, kipas, tongkat, bendera, hingga gunungan. Perpaduan irama rebana, vokal sholawat, dan gerak properti membuat parade berlangsung semarak namun tetap sarat nuansa religius.
Emi mengaku salah satu lagu yang paling berkesan baginya adalah "Nurok Ya Robbi" karena menggambarkan kerinduan kepada Rasulullah SAW. Menurutnya, banyak lagu sholawat yang telah berkembang di masyarakat sehingga penciptanya tidak diketahui secara pasti dan menjadi karya yang diwariskan secara turun-temurun.
Di balik semarak parade tersebut, tersimpan perjalanan panjang terbentuknya IMJAT. Pembina IMJAT DIY, Sofiudin Al Fatawi, menjelaskan komunitas itu berawal dari sejumlah grup hadroh yang berdiri sendiri sejak 2007. Selanjutnya, pada 22 Oktober 2018, seluruh kelompok tersebut dihimpun dalam wadah Ikatan Muslimat Jami'yah Sholawat (IMJAT).
BACA JUGA : Mix and Match Style Fashion Muslimah Dengan Jaket Kulit, Agar Tampilan Semakin Kece Untuk Berbagai Look
BACA JUGA : Simak 8 Item Fashion Wajib Untuk Muslimah Masa Kini, Yang Cocok dan Nyaman Dipakai Liburan Akhir Pekan
"Awalnya masing-masing grup berjalan sendiri-sendiri. Kemudian pada 22 Oktober 2018 kami membentuk IMJAT sebagai wadah silaturahmi. Alhamdulillah sekarang hampir 50 grup telah bergabung dan tahun ini memasuki tahun ke-9 perjalanan organisasi," kata Sofiudin.
Menurutnya, tujuan utama IMJAT bukan hanya mengembangkan seni hadroh, tetapi juga memperkuat ukhuwah Islamiyah dan membumikan sholawat di tengah masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
