Dugaan Keracunan MBG Kulon Progo, Sri Sultan Singgung Proses Memasak dan Penyimpanan Ayam
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyoroti dugaan penyebab keracunan massal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kulon Progo, ia menduga proses penyimpanan dan pengolahan ayam menjadi faktor yang perlu dievaluasi setelah 105 orang mengalami gejala keracunan.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyoroti dugaan penyebab insiden keracunan massal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kulon Progo yang mengakibatkan sedikitnya 105 orang mengalami gangguan kesehatan.
Sri Sultan menduga persoalan dapat berasal dari proses penyimpanan hingga pengolahan bahan makanan, khususnya daging ayam.
Menurut Sri Sultan, jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan penyajian makanan berpotensi memengaruhi kualitas pangan apabila sistem penyimpanan tidak memadai.
"Keracunan yang mungkin terlalu pagi dia masak. Keracunannya makan atau sayur? Ayam. Ya mungkin ayamnya sudah biru," ujar Sri Sultan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (23/7/2026).
BACA JUGA : Kejati DIY Selesaikan Pendataan SPPG di DIY, Hasil Diserahkan ke Kejagung untuk Penanganan Kasus MBG
BACA JUGA : Relawan MBG DIY Sampaikan 8 Aspirasi, Minta Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis Diperkuat

Sri Sultan menilai bahan baku ayam kemungkinan tidak tersimpan dalam suhu yang sesuai sebelum diolah. Dia menduga fasilitas penyimpanan seperti freezer menjadi salah satu aspek yang perlu dievaluasi.
"Mungkin tidak punya freezer sebagai stok yang mesinnya dilihat-dilihat kulitnya warna biru. Kalau dimasak jam 2 pagi ya dimakan pagi ya bisa," katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Susilaningsih, mengungkapkan sebanyak 105 orang mengalami gejala keracunan, terdiri atas 98 siswa, empat tenaga pendidik, satu ibu hamil, dan dua ibu menyusui.
Gejala yang paling banyak dialami korban antara lain nyeri perut, diare, muntah, dan pusing. Berdasarkan investigasi epidemiologi, masa inkubasi rata-rata mencapai sekitar 14 jam 15 menit, dengan rentang antara 4 jam hingga 32 jam 45 menit.
BACA JUGA : Aksi Liburan Tetap Melawan di UGM, Emak-emak Kritik MBG hingga Program Prioritas Pemerintah
BACA JUGA : Puluhan Siswa SMP di Bantul Diduga Keracunan MBG, 80 Korban Dirawat Jalan
Dinkes juga mengungkap menu MBG yang dikonsumsi saat kejadian terdiri atas ayam saus barbeque, tahu goreng bawang, dan cah pokcoy.
Dari hasil penelusuran, ayam diterima oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Minggu (19/7/2026) malam dalam kondisi segar, kemudian dimarinasi dan mulai dimasak sekitar pukul 02.00 WIB.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
