Warga Kalimantan Belajar Budidaya Lele dan Alpukat ke Sleman, Tertarik Model Pemberdayaan Lereng Merapi
Warga Kalimantan Belajar Budidaya Lele dan Alpukat ke Sleman, Tertarik Model Pemberdayaan Lereng Merapi--FOTO : Ist/diswayjogja.id
SLEMAN, diswayjogja.id – Bukan tanpa alasan rombongan dari Kalimantan Timur datang jauh-jauh ke lereng Merapi. Sejumlah perwakilan PT Berau Coal memilih belajar langsung ke Karanggawang, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, untuk melihat bagaimana masyarakat setempat mengembangkan budidaya lele dan alpukat berbasis pemberdayaan warga.
Kunjungan yang berlangsung mulai Rabu ( 15/7 ) hingga beberapa hari ke depan di bulan Juli ini, menjadi ajang transfer pengetahuan sekaligus berbagi pengalaman mengenai pengembangan sektor pertanian dan perikanan yang dinilai berhasil diterapkan di Sleman. Melalui kegiatan Sekolah Alam, peserta tidak hanya mendapatkan materi di dalam ruangan, tetapi juga menyaksikan langsung praktik budidaya di lapangan.
Program ini merupakan kolaborasi Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) UPTD Penyuluh Pertanian Pakem, Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Dewaruchi, serta Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kertomandiri Karanggawang.
Penyuluh Pertanian Swadaya UPTD Penyuluh Pertanian Pakem, Winarta, menjelaskan Sleman dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena memiliki contoh nyata keberhasilan pengembangan pertanian yang bertumpu pada kolaborasi berbagai pihak.
BACA JUGA : Menjelajahi Deles Indah, Destinasi Easy Hiking Paling Mempesona di Lereng Merapi Klaten
BACA JUGA : Mantan Chef Bangun Usaha Kebab di Lereng Merapi, Racikan Khusus Sesuai Lidah Jogja Bertahan Sejak 2018
"Kami ingin menunjukkan bahwa keberhasilan budidaya tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kemauan belajar, kolaborasi, dan pendampingan yang berkelanjutan. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan sesuai potensi daerah masing-masing," kata Winarta.
Menurutnya, sinergi antara penyuluh, kelompok tani, P4S, dan KIM membuat inovasi pertanian lebih cepat diterapkan masyarakat. Pendampingan yang berkelanjutan juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberhasilan usaha tani maupun budidaya perikanan.
Selama berada di Sleman, rombongan mempelajari seluruh tahapan budidaya lele, mulai dari persiapan kolam, pemilihan benih, pengelolaan kualitas air, pemberian pakan, hingga teknik panen yang efisien. Mereka juga diajak melihat kebun alpukat untuk mempelajari pembibitan, penanaman, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama, hingga strategi meningkatkan produktivitas buah.
Diskusi berlangsung aktif dengan membandingkan kondisi lahan di Kalimantan Timur dengan kawasan lereng Merapi. Perbedaan karakter wilayah justru menjadi bahan pembelajaran untuk mencari metode budidaya yang dapat disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah.
BACA JUGA : Sambi Ledok Ecopark Pakem Sleman, Tempat Healing Keluarga dengan Nuansa Alam Lereng Merapi
BACA JUGA : Delapan Tahun Mati Suri, Warga Lereng Merapi Berharap Buka Kembali Jalur Pendakian Secara Terbatas
Perwakilan PT Berau Coal, Sumarsono, mengatakan kunjungan ke Sleman memberikan banyak wawasan baru karena materi yang disampaikan langsung berbasis praktik lapangan.
"Kami mendapatkan banyak pengalaman baru, terutama mengenai pengelolaan budidaya yang terpadu dan melibatkan masyarakat. Semoga kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

