Progres Pembangunan Gedung Baru DPRD DIY Tembus 81,7 Persen, Sri Sultan Usulkan Ornamen Tembaga
Progres pembangunan Gedung Baru DPRD DIY di Jalan Kenari mencapai 81,745 persen atau melampaui target, pada Rabu (15/7/2026). Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengusulkan penambahan ornamen tembaga untuk memperkuat identitas budaya bangunan.--dok. DPRD DIY
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Pembangunan Gedung Baru DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Jalan Kenari, hingga pekan ke-69 atau per 12 Juli 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai 81,745 persen, melampaui target rencana sebesar 80,368 persen atau mengalami deviasi positif 1,377 persen.
Pelaksanaan proyek tersebut dinilai berjalan sesuai jadwal, bahkan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan. Pemerintah Daerah DIY menilai hal itu merupakan hasil koordinasi seluruh pihak dalam menjaga kualitas konstruksi, ketepatan waktu, dan kesesuaian dengan spesifikasi teknis.
Sekretaris DPRD DIY sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan gedung, Yudi Ismono, menyampaikan bahwa Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan apresiasi terhadap progres pembangunan sekaligus memberikan sejumlah masukan terkait penyempurnaan tampilan bangunan.
"Kami pikir kalau melihat dari respons Pak Gubernur, beliau sangat berkenan. Catatan itu biasa karena memang desain gambar yang direncanakan dari awal seperti itu. Namun dalam perkembangannya muncul arahan dari beliau agar tidak semata-mata plengkung, tetapi dipasangkan dengan ornamen-ornamen. Tadi juga sudah kami diskusikan dengan Dinas PUPESDM agar setiap plengkung dibuat dengan ornamen dari tembaga," ujar Yudi, saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan bersama Sri Sultan, Rabu (15/7/2026).
BACA JUGA : Gedung DPRD DIY Baru Diklaim Lebih Terbuka untuk Publik, Progres Sudah 61 Persen
BACA JUGA : 5 Peserta Pelatihan KDMP Meninggal, DPRD DIY: Santunan Rp50 Juta Tak Boleh Hentikan Proses Hukum
Menurut Yudi, arahan tersebut tidak mengubah konsep utama bangunan, melainkan menjadi penyempurnaan desain agar karakter arsitektur gedung semakin mencerminkan identitas budaya Yogyakarta.
"Pemasangan ornamen tembaga diharapkan mampu memperkuat nilai estetika bangunan sekaligus selaras dengan karakter arsitektur khas Yogyakarta," katanya.
Gedung baru DPRD DIY dibangun sebagai bagian dari kebijakan relokasi dari Jalan Malioboro menuju Jalan Kenari. Pemindahan tersebut dilakukan untuk mendukung penataan kawasan Malioboro sebagai kawasan wisata, budaya, dan sejarah, sekaligus menghadirkan fasilitas legislatif yang lebih representatif.
Selain memiliki ruang kerja yang lebih luas, gedung baru dirancang dengan konsep modern, inklusif, dan ramah lingkungan sehingga mampu mendukung pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, pengawasan, hingga pelayanan kepada masyarakat.
BACA JUGA : DPRD DIY Kejar Solusi Stadion Mandala Krida, Jangan Sampai Ulangi Kesalahan Warisan KPK
BACA JUGA : DPRD DIY Soroti Pemangkasan BOSDA Rp9,4 Miliar, 13 Ribu Anak Terancam Tak Sekolah
Sementara itu, gedung lama DPRD DIY di kawasan Malioboro direncanakan akan dimanfaatkan sebagai Jogja Planning Gallery (JPG) yang menjadi salah satu proyek strategis Pemerintah Daerah DIY.
Yudi menjelaskan seluruh pekerjaan konstruksi saat ini masih berlangsung sesuai tahapan dengan pengawasan dari penyedia jasa, konsultan pengawas, konsultan manajemen konstruksi, serta Sekretariat DPRD DIY.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


