Pantai Watulawang Tepus, Pesona Wisata Alam dan Budaya yang Terus Dijaga

Pantai Watulawang Tepus, Pesona Wisata Alam dan Budaya yang Terus Dijaga

Pantai Watulawang di Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul menjadi salah satu destinasi wisata yang menawarkan perpaduan keindahan alam, budaya, dan edukasi. --Dok. Kalurahan Tepus

GUNUNGKIDUL, diswayjogja.id – Pantai Watulawang di Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul menjadi salah satu destinasi wisata yang menawarkan perpaduan keindahan alam, budaya, dan edukasi. Berada di pesisir selatan Gunungkidul, pantai ini masih mempertahankan suasana yang alami sehingga cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati ketenangan di tengah panorama Samudra Hindia.

Hamparan pasir putih, tebing karst yang menjulang, serta batu-batu karang menjadi daya tarik utama Pantai Watulawang. Nama Watulawang sendiri berasal dari keberadaan Goa Watulawang yang memiliki celah menyerupai pintu batu. Goa tersebut hingga kini masih digunakan masyarakat sebagai lokasi pelaksanaan tradisi Nyadran menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Lurah Tepus, Hendro Pratopo, mengatakan Pantai Watulawang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam, budaya, dan edukasi tanpa menghilangkan nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

"Pantai Watulawang bukan hanya menyuguhkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat. Kami terus berupaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melestarikan tradisi agar menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Hendro.

BACA JUGA : 5 Desa Wisata Gunungkidul Tawarkan Pengalaman Unik dan Berbeda, Cocok untuk Liburan Akhir Pekan

BACA JUGA : Libur Sekolah, Simpang Tiga Piyungan Kembali Dibuka Penuh untuk Cegah Kemacetan ke Arah Gunungkidul

Selain panorama alam yang memikat, Pantai Watulawang juga merupakan bagian dari bentang alam karst Gunung Sewu yang memiliki nilai edukasi tinggi. Formasi batu kapur dan ekosistem pesisir dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum.

Akses menuju Pantai Watulawang kini semakin mudah dengan jalan yang dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Berbagai fasilitas seperti area parkir, toilet, musala, gazebo, dan warung makan juga telah tersedia untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Pariwisata Indonesia, Pantai Watulawang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata alam, budaya, dan edukasi. Pengembangan kawasan ini dinilai lebih tepat diarahkan pada konsep pariwisata berbasis konservasi dan pelestarian budaya lokal, sehingga keindahan alam serta tradisi masyarakat dapat tetap terjaga sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: