IBOS Optimistis Industri F&B Tumbuh 7 Persen hingga 2029, Siapkan Ekspansi Bisnis F&B

IBOS Optimistis Industri F&B Tumbuh 7 Persen hingga 2029, Siapkan Ekspansi Bisnis F&B

PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) optimistis industri F&B Indonesia tumbuh 7 persen hingga 2029. Perusahaan merombak jajaran direksi dan komisaris serta mempercepat ekspansi Segafredo, Salzburg, dan unit bisnis baru.--dok. IBOS

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - PT Indo Boga Sukses Tbk (IDX: IBOS) tetap optimistis terhadap prospek industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B) di Indonesia yang diproyeksikan tumbuh rata-rata 7 persen per tahun hingga 2029. 

Optimisme tersebut menjadi dasar perusahaan untuk terus memperluas jaringan bisnis meski di tengah tantangan ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar.

Direktur Utama PT Indo Boga Sukses Tbk, Edi Nugroho, mengatakan perusahaan telah menyiapkan berbagai strategi ekspansi di sektor F&B dan hospitality sebagai bagian dari target pertumbuhan jangka panjang.

"Kita tetap selalu optimistis. Kita akan memenuhi target daripada rencana ekspansi. Meskipun ada beberapa refleksi berkaitan dengan situasi global, market kita adalah market lokal sehingga tidak terlalu berdampak dengan kondisi konsumen di dalam negeri," ujar Edi di Yogyakarta melalui keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2026).

BACA JUGA : Hadeging Pakualaman ke-214 Digelar Meriah, Pasar Sewandanan Hadirkan 40 UMKM dan Seniman Legendaris

BACA JUGA : Kemasan Plastik Mahal, UMKM Jogja Didorong Produksi Kemasan dari Daun dan Serat Alami

Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini lebih banyak berasal dari kenaikan biaya bahan baku impor akibat fluktuasi kurs dolar, terutama untuk produk sparkling drink Salzburg maupun jaringan kopi Segafredo yang sebagian materialnya didatangkan dari luar negeri.

"Ada sedikit penyesuaian harga karena faktor kurs, tetapi tidak signifikan dan tidak mempengaruhi rencana ekspansi kami. Kami sebagai pengusaha akan selalu optimistis terhadap perkembangan prospek bisnis selanjutnya," katanya.

Dalam Public Expose, IBOS memaparkan prospek industri F&B nasional yang dinilai masih sangat menjanjikan. Pertumbuhan sektor ini didorong tingginya konsumsi domestik, perubahan gaya hidup masyarakat, hingga meningkatnya permintaan terhadap produk makanan dan minuman yang sehat serta berkualitas. Perusahaan pun menargetkan pertumbuhan bisnis rata-rata 7 persen hingga 2029.

"Target kita adalah pertumbuhan 7 persen sampai 2029. Tentu ini target, tetapi kami akan terus melakukan ekspansi sesuai dengan apa yang kami janjikan kepada para stakeholder dan pemegang saham," jelas Edi.

BACA JUGA : Ratusan UMKM dan Industri Ikuti Food Expo 2026, Dorong Ekonomi dan Inovasi Industri F&B

BACA JUGA :  Mencicipi Steak Wagyu hingga Mocktail Rempah di Destinasi Kuliner dengan Nuansa Mediterania di Jogja Utara

Sepanjang 2025 hingga 2026, IBOS telah melakukan sejumlah pengembangan bisnis. Di antaranya melakukan rebranding D'Monaco Restaurant menjadi BAKI Restaurant dengan konsep Nusantara Fusion Food, membangun Kim's Bar & Kitchen, Donna Bar and Lounge, meluncurkan sparkling drink non-alkohol Salzburg, hingga membuka Rey's Mediterranean Kitchen pada Mei 2026.

Selain itu, IBOS juga akan memperluas jaringan kafe Segafredo di sejumlah lokasi strategis, seperti Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Bandara Ngurah Rai Bali, serta flagship outlet di Yogyakarta.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait