Boneka dari Jogja Bikin Penonton Jerman Berdiri 10 Menit, Papermoon Puppet Theatre Tuai Standing Ovation

Boneka dari Jogja Bikin Penonton Jerman Berdiri 10 Menit, Papermoon Puppet Theatre Tuai Standing Ovation

Kelompok teater boneka asal Yogyakarta, Papermoon Puppet Theatre, kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. Penampilan mereka dalam festival Theater der Welt 2026 di Chemnitz, Jerman, pada 19–20 Juni 2026 mendapat sambutan luar biasa --istimewa

YOGYAKARTA, diswayjogja.id – Kelompok teater boneka asal Yogyakarta, Papermoon Puppet Theatre, kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. Penampilan mereka dalam festival Theater der Welt 2026 di Chemnitz, Jerman, pada 19–20 Juni 2026 mendapat sambutan luar biasa berupa standing ovation selama lebih dari 10 menit dari penonton yang memenuhi gedung pertunjukan.

Pencapaian tersebut dinilai istimewa karena sebelumnya kru penyelenggara mengingatkan tim Papermoon agar tidak berharap mendapat standing ovation. Penonton Jerman dikenal memiliki budaya apresiasi yang cenderung lebih tenang dan tidak mudah memberikan penghormatan dengan berdiri seusai pertunjukan. Namun, melalui lakon "Stream of Memory", Papermoon justru berhasil mematahkan anggapan tersebut.

"Stream of Memory" merupakan pertunjukan tanpa dialog yang mengandalkan kekuatan visual, gerak tubuh, tata cahaya, musik, video, serta boneka berukuran besar bernama Kali. Karya ini mengangkat tema tentang kenangan, kehilangan, dan hubungan antarmanusia sehingga mampu diterima lintas budaya tanpa hambatan bahasa.  

Papermoon Puppet Theatre didirikan pada 2006 oleh Maria Tri Sulistyani dan Iwan Effendi di Yogyakarta. Selama hampir dua dekade berkarya, kelompok ini telah tampil di berbagai festival seni dunia dan juga dikenal sebagai penggagas Pesta Boneka, festival teater boneka internasional yang rutin digelar di Yogyakarta sejak 2008.

BACA JUGA : Belasan Kelompok Seni dan Budaya Nusantara Semarakkan Kirab Budaya Tresna Pancasila 2026 di Malioboro

BACA JUGA : Lebaran Seni Kembali Hadir, ARTJOG 2026 Tampilkan Karya 96 Seniman Indonesia dan Dunia

Keberhasilan tersebut juga menuai kebanggaan dari warganet. Unggahan mengenai penampilan Papermoon dibanjiri ribuan tanda suka dan ratusan komentar yang memuji kualitas seni kelompok tersebut.

Salah seorang warganet, Nuramanah Anna, menilai boneka-boneka Papermoon terasa hidup di atas panggung.

"Paperdollnya kaya hidup. Ada ekspresi sendu yang bisa dirasakan penonton hanya dari melihat wajahnya."

Komentar senada disampaikan Virocano Hnq Cah Ndeso, yang mengaku pernah menyaksikan langsung pertunjukan Papermoon.

BACA JUGA : Ketika Ketoprak Dianggap Sepi Peminat, Warga Kotagede Justru Membuktikan Seni Tradisi Ini Masih Bernapas

BACA JUGA : Pameran Seni Mata Hati Soekarno di Bantul, Megawati Soroti Krisis Maestro Seni Indonesia

"Saya pernah menonton live-nya. Bonekanya benar-benar seperti hidup dan bisa membawa penonton tenggelam ke dalam ceritanya."

Sementara Vinsensius Eli menilai keberhasilan Papermoon menjadi bukti bahwa seni tradisi dan kreativitas Indonesia mampu bersaing di panggung dunia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: