Sri Sultan Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026 di Keraton, BPS DIY Ajak Warga Berikan Data Akurat

Sri Sultan Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026 di Keraton, BPS DIY Ajak Warga Berikan Data Akurat

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menjadi responden Sensus Ekonomi 2026 yang digelar BPS di Keraton Yogyakarta, Selasa (23/6/2026). BPS DIY menyebut partisipasi Sri Sultan menjadi simbol dukungan terhadap penyediaan data ekonomi akurat.--dok. Pemda DIY

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menunjukkan dukungannya terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dengan menjadi responden pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) di Keraton Kilen, Kompleks Keraton Yogyakarta, Selasa (23/6/2026).

Partisipasi Sri Sultan dalam sensus tersebut dinilai menjadi simbol komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dalam mendukung penyediaan data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

Dalam proses pendataan, Sri Sultan didampingi putri keduanya, GKR Condrokirono. Wawancara dilakukan oleh petugas SE2026 sesuai metodologi BPS dan disaksikan Plt Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih serta Kepala BPS Kota Yogyakarta Joko Prayitno.

Plt Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih mengatakan Sri Sultan menerima pelaksanaan sensus dengan terbuka dan memberikan dukungan penuh terhadap keberhasilan SE2026 di DIY.

BACA JUGA : Sri Sultan HB X Tanggapi Viral Intel Polda DIY di UMY, Sebut Bisa Masuk Kampus Jika Ada Urusan

BACA JUGA : Sri Sultan Dukung Forum ASEAN-China di Jogja, YIA Dibidik Jadi Hub Penerbangan Internasional

"Alhamdulillah, beliau sangat terbuka dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan petugas. Beliau juga berpesan kepada seluruh masyarakat DIY agar menerima petugas sensus dengan baik, memberikan data apa adanya, karena data tersebut dijamin kerahasiaannya," ujar Endang.

Menurut Endang, Sri Sultan memiliki perhatian besar terhadap pentingnya data ekonomi sebagai fondasi dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Beliau sangat mendukung pelaksanaan sensus ini karena hasilnya akan menjadi dasar untuk memetakan potensi ekonomi wilayah DIY secara lebih akurat. Dengan data yang baik, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih presisi dan sesuai kebutuhan masyarakat," katanya.

BPS berharap hasil SE2026 mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai potensi dan karakteristik ekonomi DIY yang selama ini ditopang sektor pendidikan, pariwisata, jasa, ekonomi kreatif, dan UMKM. Endang menegaskan seluruh data yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

BACA JUGA : Sosok Bagas Amar Hakiki, Mahasiswa UGM dan Fotografer Keraton yang Meninggal saat Kemping di Temanggung

BACA JUGA : Tak Ada Gunungan Keluar Keraton Saat Garebeg Besar 2026, Ini Penjelasannya

"Masyarakat tidak perlu khawatir. Data yang diberikan sangat aman dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik. Tidak ada kaitannya dengan pajak ataupun kepentingan administratif lainnya," jelasnya.

Hingga Selasa (23/6/2026), progres pelaksanaan SE2026 di DIY telah mencapai sekitar 9 persen. Sebanyak 4.082 petugas sensus diterjunkan ke seluruh kabupaten dan kota di DIY sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Untuk memastikan kelancaran pendataan, setiap petugas dilengkapi rompi, tanda pengenal, dan surat tugas resmi dari BPS.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait