Surga Angkringan Jogja Tempat Makan 'Sate-satean' Murah yang Bikin Kenyang

Surga Angkringan Jogja Tempat Makan 'Sate-satean' Murah yang Bikin Kenyang

Angkringan Lik Man (Kopi Joss)--

diswayjogja.id - Apakah Anda mencari pengalaman kuliner yang tidak hanya ramah di kantong, tetapi juga sarat akan nilai budaya? Angkringan di Yogyakarta adalah jawaban yang sempurna. Dengan modal yang sangat minim, Anda bisa menikmati beragam jenis sate-satean yang dimasak dengan bumbu khas. Mari telusuri 10 destinasi angkringan paling populer yang wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda.

Yogyakarta adalah kota yang tidak pernah benar-benar tidur. Saat matahari terbenam dan lampu-lampu jalan mulai menyala, denyut nadi kota ini berpindah ke sisi lain, yaitu ke trotoar, sudut-sudut jalan, dan tenda-tenda sederhana yang kita kenal dengan sebutan angkringan. Angkringan bukan sekadar tempat untuk mengisi perut; ia adalah institusi sosial, sebuah tempat di mana batas-batas status sosial melebur. Di sini, pejabat, mahasiswa, pengemudi ojek, hingga wisatawan asing duduk dengan posisi yang sama lesehan di atas tikar atau kursi kayu, berbagi ruang dan cerita dalam suasana yang akrab.

Bagi masyarakat Yogyakarta, angkringan adalah simbol egalitarianisme. Harga makanan yang sangat terjangkau menjadikannya penyelamat bagi siapa saja yang ingin makan enak namun tetap berhemat. Dengan modal yang sangat kecil, seseorang sudah bisa mendapatkan satu porsi "nasi kucing" nasi dengan porsi kecil dibungkus daun pisang yang ditemani dengan berbagai macam lauk pauk yang menggoda. Inilah esensi dari kuliner malam Jogja: kesederhanaan yang dibalut dengan rasa yang jujur dan tulus.

Daya tarik utama yang membuat orang selalu kembali ke angkringan adalah deretan "sate-satean" yang tersaji di etalase kayu. Deretan tusukan bambu berisi telur puyuh, usus ayam, ati ampela, kikil, hingga bakso bakar menjadi magnet tersendiri. Setiap angkringan biasanya memiliki racikan bumbu rahasia dalam mengolah sate-satean tersebut, mulai dari bumbu kecap yang manis-gurih, bumbu pedas yang menggigit, hingga bumbu kuning yang kaya akan rempah. Memilih dan "membakar ulang" sate-satean ini di atas bara arang adalah ritual yang menyenangkan bagi setiap pengunjung.

BACA JUGA : Kuah Gurih Creamy dan Topping Melimpah Ini Rekomendasi Bakmi Jawa Legendaris di Jogja

BACA JUGA : Makan Malam Lezat Mulai Rp 10 Ribu di Jogja, Rekomendasi Nasi Goreng Sapi dan Kambing

Mengapa Sate-satean Menjadi Bintang Utama?

Jika kita berbicara tentang angkringan, kita tidak bisa lepas dari fenomena sate-satean. Pada awalnya, angkringan hanya menyajikan nasi kucing, gorengan, dan kerupuk. Namun, seiring berjalannya waktu, para penjual mulai berinovasi dengan menghadirkan aneka lauk dalam bentuk tusukan. Inovasi ini ternyata diterima dengan sangat baik oleh masyarakat. Mengapa? Karena sate-satean menawarkan fleksibilitas. Pengunjung bisa mengambil sesuai keinginan, sesuai porsi lapar, dan yang terpenting, sesuai dengan anggaran yang ada di kantong.

Sate telur puyuh adalah "ratu" di angkringan. Telur puyuh yang direbus kemudian dibumbui kecap dan sedikit rempah, lalu ditusuk, menjadi pendamping wajib bagi sepiring nasi kucing. Selain itu, ada sate usus yang kenyal, sate kulit yang digoreng garing, serta sate keong yang memberikan tekstur unik. Keberagaman ini membuat kegiatan makan di angkringan menjadi aktivitas eksploratif. Kita seolah sedang bermain tebak-tebakan rasa, mencoba satu tusuk demi satu tusuk hingga merasa puas.

Destinasi Angkringan Paling Populer di Yogyakarta

Angkringan Lik Man (Kopi Joss)

Siapa yang tidak kenal Lik Man? Ini adalah angkringan paling legendaris di Jogja. Terletak dekat Stasiun Tugu, tempat ini mempopulerkan Kopi Joss kopi panas yang dicelupi arang membara. Sate-sateannya sangat variatif dan selalu habis sebelum dini hari.

Angkringan KR (Kedaulatan Rakyat)

Berlokasi tepat di depan kantor surat kabar Kedaulatan Rakyat, angkringan ini sangat luas dan populer di kalangan mahasiswa dan pekerja kantoran. Pilihan sate-satean di sini sangat melimpah, mulai dari yang standar hingga yang lebih eksotis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait