Terjepit Dolar dan Langkanya Suku Cadang, Perakit Komputer Bekas Kian Sulit Bertahan

Terjepit Dolar dan Langkanya Suku Cadang, Perakit Komputer Bekas Kian Sulit Bertahan

Usaha perakitan komputer dengan modal terbatas kini menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dibanding beberapa tahun lalu--FOTO : Dhani Irawan/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id – Tumpukan laptop bekas, monitor, casing komputer, kabel data, hingga kabel power memenuhi ruang kerja Barata Sunarya. Di tempat sederhana itulah pria yang telah lama menekuni jasa servis sekaligus perakitan komputer baru dan bekas itu berusaha mempertahankan usahanya di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat.

Menurut Barata, usaha perakitan komputer dengan modal terbatas kini menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dibanding beberapa tahun lalu. Kenaikan harga komponen baru akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS membuat pelaku usaha kecil semakin sulit bersaing.

"Modal kami terbatas, sehingga pilihan yang paling memungkinkan adalah merakit komputer menggunakan komponen bekas. Namun sekarang justru barang bekas yang dibutuhkan semakin sulit didapat," ujar Barata kepada Disway Jogja, Jumat (19/6/2026).

Ia menjelaskan, kelangkaan komponen bekas kini menjadi persoalan utama. Berbagai suku cadang seperti hard disk, RAM, kartu grafis (VGA), hingga komponen pendukung lainnya semakin sulit ditemukan di pasaran.

BACA JUGA : Kenaikan Dolar dan Tren PC AI Jadi Ancaman Serius Pedagang Komputer Skala Kecil

BACA JUGA : Dahlan Iskan Soroti Peran Kepala Daerah dalam Mendorong Ekonomi Nasional di Disway Awards 2026

Akibatnya, biaya produksi ikut meningkat sementara permintaan konsumen tetap menginginkan harga yang terjangkau. Kondisi tersebut membuat margin keuntungan para perakit komputer semakin tipis.

Tak hanya itu, Barata mengungkapkan muncul persoalan baru yang semakin menekan pelaku usaha. Banyak pemasok komponen bekas kini lebih memilih menjual barang kepada pengepul rongsokan dibandingkan ke toko komputer.

"Perputaran uang di bisnis rongsokan sekarang lebih cepat. Akibatnya, banyak komponen yang seharusnya masih bisa dimanfaatkan untuk dirakit kembali justru berakhir menjadi barang rongsokan," katanya.

Menurut Barata, kondisi tersebut membuat pelaku usaha kecil kesulitan memperoleh stok komponen berkualitas. Padahal, komputer rakitan berbahan komponen bekas masih memiliki pasar tersendiri, terutama bagi pelajar, pelaku UMKM, hingga masyarakat yang membutuhkan perangkat komputer dengan harga terjangkau.

BACA JUGA : Gelap Sunyi di Balik Senyum Ibu, Tekanan Ekonomi dan Peran Ganda Picu Bunuh Diri Perempuan

BACA JUGA : Ratusan UMKM dan Industri Ikuti Food Expo 2026, Dorong Ekonomi dan Inovasi Industri F&B

Ia berharap kondisi ekonomi segera membaik sehingga harga komponen lebih stabil dan rantai pasok barang bekas kembali normal. Dengan demikian, usaha perakitan komputer skala kecil masih memiliki peluang untuk bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: