Museum Jenderal Besar HM Soeharto,Pendopo Edukasi Jadi Daya Tarik Utama
Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto di Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, terus menjadi salah satu tujuan wisata edukasi yang diminati kalangan pelajar.--FOTO : Dhani Irawan/diswayjogja.id
BANTUL, diswayjogja.id — Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto di Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, terus menjadi salah satu tujuan wisata edukasi yang diminati kalangan pelajar. Selain menyaksikan koleksi foto, diorama, dan berbagai benda peninggalan Presiden ke-2 Republik Indonesia, para siswa kini banyak datang untuk mengikuti program edukasi kebangsaan di Pendopo Edukasi dan Motivasi yang berada di kompleks museum.
Kepala Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, Gatot Nugroho, mengatakan tren kunjungan pelajar terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Pada April 2026, jumlah pengunjung mencapai sekitar 8.000 orang, sedangkan pada Mei 2026 tercatat sekitar 5.000 pengunjung. Mayoritas merupakan rombongan pelajar dari berbagai daerah di Pulau Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan.
"Yang menjadi primadona sekarang bukan hanya koleksi museum, tetapi Pendopo Edukasi dan Motivasi. Di sana peserta mengikuti kegiatan sekitar satu setengah jam berisi edukasi kebangsaan, nilai-nilai Pancasila, serta motivasi untuk generasi muda," ujar Gatot kepada Disway Jogja, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, materi yang diberikan tidak sekadar mengenalkan perjalanan hidup Jenderal Besar HM Soeharto, tetapi juga mengajak peserta memahami pentingnya persatuan, nasionalisme, kepemimpinan, dan semangat gotong royong dalam kehidupan berbangsa.
BACA JUGA : Eksplorasi Seni Tanah Liat, Museumku Gerabah Yogyakarta jadi Destinasi Unik
BACA JUGA : Menjelajahi Estetika Museum MACAN Jakarta Selama Libur Lebaran 2026
Gatot menuturkan, sejumlah sekolah bahkan menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda rutin. Ada sekolah yang setiap semester membawa siswanya kembali ke museum karena menilai program edukasi di pendopo memberikan dampak positif terhadap karakter para peserta didik.
"Rata-rata para pelajar yang datang bersama guru pendamping memperoleh sudut pandang baru tentang kebangsaan. Banyak sekolah yang kemudian kembali lagi karena merasakan manfaatnya," katanya.
Tidak hanya berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan berbagai kota di Pulau Jawa, rombongan pelajar juga datang dari Lampung dan sejumlah daerah di Kalimantan. Menurut Gatot, sekolah-sekolah yang datang dari luar pulau umumnya menggabungkan kunjungan ke museum dengan program wisata edukasi ke Yogyakarta.
Salah satu hal yang paling berkesan bagi pengelola museum adalah munculnya kunjungan ulang dari keluarga. Gatot mengungkapkan, beberapa orang tua mengaku justru diajak anaknya berkunjung setelah sebelumnya mengikuti kegiatan edukasi di museum bersama sekolah.
BACA JUGA : Catat Rekor Kunjungan! Ini Gairah Wisata Budaya Museum Batik Pekalongan
BACA JUGA : Menjelajahi Lorong Waktu Kode Rahasia di Museum Sandi Yogyakarta, Simak Info Lengkapnya Berikut Ini
"Beberapa orang tua bercerita bahwa anaknya yang mengajak datang ke sini lagi karena pernah mengikuti kegiatan di pendopo dan memiliki kesan yang sangat positif. Itu menjadi kebanggaan bagi kami karena berarti materi yang diberikan membekas," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

