Hampir Sebulan Usai Iduladha, Harga Bawang di Sleman Masih Bertahan Tinggi

Hampir Sebulan Usai Iduladha, Harga Bawang di Sleman Masih Bertahan Tinggi

Meski Hari Raya Iduladha telah berlalu hampir satu bulan, harga bawang merah dan bawang putih di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sleman belum kembali ke level normal. --FOTO : Dhani Irawan/diswayjogja.id

SLEMAN, diswayjogja.id – Meski Hari Raya Iduladha telah berlalu hampir satu bulan, harga bawang merah dan bawang putih di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sleman belum kembali ke level normal. Penurunan harga memang mulai terjadi, namun masih sangat terbatas sehingga belum banyak meringankan beban pedagang maupun konsumen.

Berdasarkan pantauan di Pasar Gowok, Caturtunggal, Depok, Sleman, Rabu (17/6/2026), harga bawang merah masih berada di kisaran Rp60.000 per kilogram, sementara bawang putih dijual sekitar Rp44.000 per kilogram.

Sebelum terjadi lonjakan menjelang Hari Raya Iduladha, harga bawang merah umumnya berkisar Rp40.000–45.000 per kilogram. Namun saat permintaan meningkat, harganya sempat menembus Rp65.000 per kilogram. Kondisi serupa juga terjadi pada bawang putih yang naik dari sekitar Rp26.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Gowok, Suciwati, mengatakan harga memang mulai bergerak turun, tetapi penurunannya belum besar.

BACA JUGA : Mandiri Berdikari dan Berkesinambungan, Cara Kelompok Tani Mekar Jaya Wujudkan Klaster Bawang Merah di Brebes

BACA JUGA : Meski Cabai dan Bawang Naik, Stok Pangan Kulon Progo Dipastikan Aman Saat Nataru

"Sudah ada penurunan, tetapi masih sedikit. Bawang merah yang sebelumnya Rp65 ribu sekarang sekitar Rp60 ribu per kilogram. Bawang putih juga turun dari sekitar Rp50 ribuan menjadi Rp44 ribu. Pembeli berharap harga bisa segera kembali normal," ujar Suciwati.

Menurutnya, tingginya harga membuat sebagian pelanggan memilih membeli dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan biasanya. Kondisi tersebut turut memengaruhi omzet pedagang karena daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.

Secara umum, fluktuasi harga bawang dipengaruhi oleh keseimbangan pasokan dan permintaan. Menjelang hari besar keagamaan, kebutuhan rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner meningkat tajam sehingga harga terdorong naik. Meski permintaan mulai berangsur normal setelah Iduladha, proses distribusi dan pasokan dari daerah sentra produksi membutuhkan waktu hingga harga kembali stabil.

Pedagang berharap pasokan bawang dari sentra produksi terus meningkat dalam beberapa pekan ke depan agar harga kembali ke kisaran normal. Dengan demikian, daya beli masyarakat dapat pulih dan aktivitas perdagangan di pasar tradisional kembali bergairah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: