Kenaikan Dolar dan Tren PC AI Jadi Ancaman Serius Pedagang Komputer Skala Kecil
Aksesoris komputer, barang ini yang tidak mengalami kenaikan yang signifikan. diswayjogja.id---
SLEMAN, diswayjogja.id — “Duet maut” antara kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat dan perkembangan teknologi komputer berbasis kecerdasan buatan (AI) menjadi pukulan berat bagi pelaku usaha komputer skala kecil. Kondisi sulit dirasakan langsung oleh pedagang rakitan Personal Computer ( PC ) dan penjual komponen komputer skala kecil.
Pemilik Islamadina Computer, Tegar Fitria, mengatakan dampak paling terasa muncul sejak hadirnya teknologi PC berbasis AI yang membutuhkan spesifikasi perangkat jauh lebih tinggi dibanding komputer biasa.
“Jelas terdampak, Pak. Tapi dampak yang paling signifikan itu ketika ada perubahan teknologi berupa PC AI,” ujar Tegar saat ditemui reporter Disway Jogja, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, perkembangan teknologi AI memicu lonjakan kebutuhan komponen utama seperti RAM dan SSD. Permintaan yang tinggi tidak sebanding dengan ketersediaan barang di pasar sehingga menyebabkan kelangkaan.
BACA JUGA : Jadi Ajang Teknologi dan Kolaborasi, Jogja Printing Expo 2026 Hadirkan Teknologi Cetak Kekinian
BACA JUGA : Kebaikan Berantai Jadi Strategi Sharp Indonesia Memadukan Empati dengan Teknologi Digital
“Adanya teknologi PC berbasis AI membuat part komputer seperti RAM dan SSD menjadi langka. Banyak permintaan yang tidak terpenuhi oleh pasar, akibatnya harga part terutama RAM dan SSD melonjak di luar kendali sampai lebih dari 100 persen. Dulu SSD256GB harga 300rb sekarang di harga 750rb. Belum lagi kadan pihak distributor enggan mengeluarkan barangnya” jelasnya.
Situasi semakin berat karena kenaikan harga komponen juga dipengaruhi menguatnya dolar AS terhadap rupiah. Kombinasi dua faktor tersebut membuat harga sejumlah part komputer melambung drastis.
“Didukung dengan harga dolar naik maka kenaikan part bisa naik hampir 150 persen,” katanya.
Untuk bertahan di tengah kondisi tersebut, Tegar mengaku harus mengubah strategi penjualan. Jika sebelumnya mayoritas komputer rakitan menggunakan komponen baru sepenuhnya, kini sebagian perangkat harus dikombinasikan dengan part bekas agar harga tetap terjangkau konsumen.
BACA JUGA : Yuk Jelajahi Paduan Sempurna Teknologi Metaverse dan Wajah Baru Jatim Park 1, Cek Info Selengkapnya
BACA JUGA : Jadi Ajang Teknologi dan Kolaborasi, Jogja Printing Expo 2026 Hadirkan Teknologi Cetak Kekinian
“Kalau untuk usaha saya, solusinya untuk rakitan PC yang biasanya jual full baru, sekarang di-mix bekas untuk SSD dan RAM agar harga masih tetap menarik di mata pembeli,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menegaskan keputusan akhir tetap bergantung pada kebutuhan dan kemampuan konsumen.
“Tetapi tetap semua tergantung permintaan pembeli,” tambahnya.
Di sisi lain, Tegar menyebut penjualan komputer rakitan saat ini mengalami penurunan. Namun untuk penjualan aksesoris komputer masih relatif stabil dibandingkan perangkat utama.
BACA JUGA : Roadmap dan Etika AI Indonesia Disusun, Pastikan Teknologi Berpihak pada Manusia
BACA JUGA : Cerita Mahasiswa Asal Ghana Pilih Yogyakarta untuk Mengejar Impian di Bidang Teknologi Informasi
“Untuk penjualan PC menurun, kalau untuk aksesoris masih stabil,” ujarnya.
Ia menilai fenomena ini tidak lepas dari masifnya perkembangan industri AI global. Menurutnya, pengembangan software berbasis AI membutuhkan infrastruktur server berskala besar dengan kapasitas penyimpanan dan memori sangat tinggi.
“Untuk membuat software berbasis AI itu membutuhkan server super komputer, dan untuk membuat super komputer itu membutuhkan RAM dan SSD yang sangat banyak agar orang-orang bisa akses aplikasi AI dengan cepat,” terang Tegar.
Kondisi tersebut membuat persaingan usaha semakin berat bagi pedagang kecil yang memiliki modal terbatas. Sementara pelaku usaha besar dinilai masih mampu bertahan menghadapi gejolak pasar.
“Pengusaha dengan modal besar bisa bertarung dalam kondisi saat ini, tapi bagi pedagang skala kecil ini seperti sebuah bom waktu,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: