Soal Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul, Sri Sultan: Tak Ada yang Paling Benar Sendiri
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (tengah) menanggapi viralnya pembubaran ibadah Gereja Misi Sejahtera di Bantul. Sri Sultan menegaskan perbedaan agama dan ras adalah keniscayaan yang harus dipahami sebagai wujud toleransi.--FOTO: Anam AK/diswayjogja.id
YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X angkat bicara terkait viralnya video pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) di wilayah Glugo, Panggungharjo, Sewon, Bantul.
Sri Sultan menegaskan bahwa perbedaan suku, ras, dan agama merupakan keniscayaan yang harus dipahami sebagai bagian dari ciptaan Tuhan.
“Yang namanya manusia itu perbedaan itu ada. Tapi harus memahami bahwa Allah itu memang menciptakan ras berbeda, agama berbeda, asal-usulnya juga berbeda,” ujar Sri Sultan ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (25/5/2026) sore.
Menurutnya, perbedaan bukanlah alasan untuk saling menyalahkan ataupun merasa paling benar.
BACA JUGA : Gereja Kumetiran Rayakan Tahun Baru Imlek 2026, Hadirkan Takjil untuk Warga Muslim
BACA JUGA : Bupati Bantul Dorong Fatwa Haram Buang Sampah Dibaca di Masjid dan Gereja
“Sebetulnya perbedaan itu keniscayaan, memang ciptaannya begitu. Bukan dia yang paling benar sendiri, enggak ada. Ya masalah kesadaran saja, pemahaman saja,” katanya.
Saat ditanya kemungkinan tindakan dari Pemerintah Daerah DIY atas insiden tersebut, Sri Sultan menyebut hal itu berada di luar kewenangannya. Namun dia menekankan pentingnya edukasi terkait toleransi kepada masyarakat.
“Bukan wewenang saya kalau itu, itu aspek yang lain, wewenang di tempat lain. Tapi memang perlu pemahaman seperti ini diajarkan,” jelasnya.
Sebelumnya, video yang menarasikan pembubaran ibadah jemaat kristiani di kawasan Glugo, Panggungharjo, Sewon, Bantul, beredar luas di media sosial.
BACA JUGA : Aksi Bisu PNIB di Tugu Jogja, Serukan Perdamaian dan Yogyakarta Anti Intoleransi
BACA JUGA : Pemuda Lintas Iman Gandeng Danrem 072, Yogyakarta Dipacu Jadi Kota Teladan Toleransi Nusantara
Dalam video tersebut terlihat sejumlah warga berkerumun di depan bangunan yang disebut digunakan sebagai tempat ibadah jemaat GMS. Sejumlah anggota kepolisian juga tampak berada di lokasi saat terjadi pembubaran.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantul, Yulius Suharta, membenarkan adanya peristiwa tersebut yang terjadi pada Minggu (24/5/2026).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: