Jelang Libur Idul Adha, PHRI DIY Ingatkan Modus Penipuan Reservasi Hotel

 Jelang Libur Idul Adha, PHRI DIY Ingatkan Modus Penipuan Reservasi Hotel

Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo mengimbau wisatawan mewaspadai penipuan reservasi hotel menjelang libur Idul Adha 2026. Wisatawan diminta memastikan nomor kontak dan rekening tujuan benar-benar milik hotel resmi.--dok. IST

YOGYAKARTA, diswayjogja.id - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mengimbau wisatawan untuk lebih waspada terhadap potensi penipuan reservasi hotel menjelang libur panjang Hari Raya Idul Adha 2026.

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengatakan praktik penipuan berkedok pemesanan hotel kerap muncul menjelang musim liburan, sehingga masyarakat diminta memastikan seluruh proses reservasi dilakukan melalui kanal resmi.

"Kami mengimbau lakukan reservasi terlebih dahulu ke hotel yang dipilih. Namun juga hati-hati, pastikan nomor handphone atau nomor tujuan reservasi itu betul-betul milik hotel dan rekeningnya juga dipastikan benar-benar rekening resmi hotel tersebut," ujar Deddy, Minggu (24/5/2026) malam.

Dia menjelaskan, hingga saat ini tingkat reservasi hotel di DIY untuk momentum Idul Adha masih berada di kisaran 30 hingga 40 persen.

BACA JUGA : Booking Hotel di Jogja Ramai saat Libur Panjang, Waspadai Modus Penipuan Google Maps

BACA JUGA : Bus Tak Bisa Lagi Dekat Malioboro? Hotel dan Travel Minta Akses Diperjelas

"Idul Adha dimulai tanggal 27, lalu ada cuti bersama sampai Minggu. Reservasi yang kami terima saat ini rata-rata baru 30 sampai 40 persen," katanya.

Meski angka pemesanan belum tinggi, PHRI DIY optimistis okupansi hotel akan meningkat seiring mendekatnya hari libur. Pasalnya, banyak wisatawan yang memilih datang langsung tanpa melakukan pemesanan jauh-jauh hari.

"Biasanya wisatawan lokal maupun asing tidak reservasi melalui hotel, tetapi langsung datang ke hotel tanpa melalui reservasi. Fenomena ini sudah terjadi dua tahun terakhir," jelasnya.

PHRI DIY menargetkan okupansi hotel di seluruh wilayah DIY dapat mencapai 85 persen selama libur panjang Idul Adha 2026.

BACA JUGA :  14 Tahun Menunggu, Jemaah Haji Kulon Progo Haru Rasakan Embarkasi Hotel

BACA JUGA : Jogja Dipadati Pelancong Saat Long Weekend, Kendaraan Plat Luar DIY Dominasi Malioboro

Deddy mengakui target tersebut cukup menantang lantaran dua momentum long weekend sebelumnya pada Mei belum mampu menyentuh angka tersebut.

"Liburan yang lalu okupansi masih 60 sampai 70 persen, kemudian berikutnya baru mencapai 70 sampai 80 persen. Semoga di Idul Adha ini bisa menjadi 85 persen," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: